Bencana AlamBeritaBerita DaerahHeadline

Longsor Meluas, Dua Warga Tewas

Editor: ibn
×

Longsor Meluas, Dua Warga Tewas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BNPB Imbau Siaga pada Cuaca Ekstrem

Surabaya, Jatim Mandiri

Cuaca ekstrem memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Jatim, menyebabkan dua warga Lumajang meninggal dunia. Selain 19 titik longsor di Trenggalek, bencana pada akhir Oktober hingga awal November 2026 juga mengancam permukiman di Jember, Malang dan Jombang.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Seiring hal itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi bencana. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah Indonesia.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia maupun pemerintah daerah untuk senantiasa melakukan kesiapsiagaan terhadap bahaya hidrometeorologi basah,” ujar Berton dalam tayangan Metro Siang, Metro TV, Minggu (1/11).

Sebelumnya, Berton juga mengatakan angin kencang di Jombang pada Rabu (28/10) merusak 25 rumah dan satu tempat usaha. Peristiwa tersebut berdampak pada 25 kepala keluarga di delapan desa, meliputi Kecamatan Kudu, Bandarkedungmulyo, Plandaan, Megaluh, dan Ngusikan. “Cuaca ekstrem berupa angin kencang terjadi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Rabu 28 Oktober 2026. Kejadian tersebut mengakibatkan 25 rumah rusak dan satu tempat usaha terdampak,” ujar Berton.

Tapi longsor paling mematikan terjadi di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Sabtu (31/10). Imron Rosadi, 40, dan anaknya, Hilya, 9, meninggal dunia setelah tertimbun longsor saat sedang tidur.

Kepala BPBD Lumajang Isnugroho menjelaskan, longsor terjadi pada lereng di kawasan pegunungan sisi selatan Semeru. Tebing yang longsor memiliki lebar sekitar delapan meter dan tinggi 10 meter. “Longsor terjadi pada lereng yang lebar sekitar 8 meter dan tinggi 10 meter,” ujar Isnugroho.

Baca Juga  Pelajar Dominasi 316 Kecelakaan

Sedangkan di Trenggalek, BPBD mencatat 19 titik longsor di lima desa di Kecamatan Munjungan. Bencana itu berdampak pada 34 kepala keluarga atau 103 jiwa, dengan kerusakan rumah kategori ringan hingga sedang.

Ancaman longsor juga terjadi di Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, Jember. Hujan deras menyebabkan tebing di bantaran Sungai Ambrol sepanjang hampir 30 meter mengalami longsor.

Retakan tanah di sekitar lokasi menimbulkan kekhawatiran longsor susulan yang dapat mengancam belasan rumah warga.

Di Kabupaten Malang, hujan deras pada Sabtu (31/10) dini hari memicu longsor dan jalan amblas di Desa Tirtoyudo, Kecamatan Tirtoyudo. Air hujan bercampur lumpur meluap di sejumlah titik desa tersebut. Data BNPB juga mencatat angin kencang di Kecamatan Singosari pada Jumat (30/10) merusak 14 rumah dan dua fasilitas umum. (*/ibn)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Hipotesis tentang kemungkinan kota kuno di Gosong Gia, Laut Jawa, membutuhkan pengujian material untuk membedakan formasi…

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama mencetak sejarah dengan finis sebagai runner-up Moto3 GP Malaysia 2026 di Sirkuit…

Berita

Pasuruan, Jatim Mandiri Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kabupaten Pasuruan menggelar Bupati Charity Cup 2026 yang diikuti 200 peserta dari berbagai…