Jepara, Jatim Mandiri – Pemerintah Kabupaten Jepara menggelar Octofest 2026 atau Pasar Mebel Jepara di kawasan Sentra Mebel Ukir Mulyoharjo, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 5 November 2026 itu digelar untuk menghidupkan kembali kejayaan industri mebel dan ukir Jepara, yang menjadi ikon daerah di tingkat nasional. Pasar mebel tersebut berlangsung pada Jumat, sebagaimana disampaikan pemerintah daerah.
Bupati Jepara Witiarso Utomo, didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jepara Anjar Jambore Widodo, menjelaskan kegiatan mengusung konsep Pasar Mebel Jepara & Woodworking Exhibition. Octofest dirancang menjadi ruang promosi, transaksi, dan kolaborasi, sekaligus mempertemukan pelaku industri dengan buyer, pengusaha, kolektor, desainer interior, serta masyarakat umum.
“Pasar mebel yang digelar mulai 31 Oktober hingga 5 November 2026 itu, mengusung konsep Pasar Mebel Jepara & Woodworking Exhibition. Kegiatan ini dirancang menjadi ruang promosi, transaksi, kolaborasi, sekaligus mempertemukan pelaku industri mebel dengan buyer, pengusaha, kolektor, desainer interior hingga masyarakat umum,” kata Witiarso.
Octofest 2026 menghadirkan lebih dari 117 live showroom dari berbagai daerah. Puluhan gerai UMKM dan area pameran mebel serta woodworking juga disiapkan dengan melibatkan pelaku industri kreatif. Menurut Witiarso, pasar mebel menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat posisi Jepara sebagai pusat industri mebel dan seni ukir yang memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.
“Jepara memiliki kekuatan besar dalam industri mebel dan seni ukir. Potensi ini harus terus kita dorong agar semakin berkembang, tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu memperluas pasar hingga tingkat internasional,” ujarnya.
Witiarso menyebut pengembangan industri tidak cukup hanya dengan menjaga kualitas produk. Inovasi desain, penguatan promosi, dan kolaborasi pemerintah, pengusaha, perajin, serta pelaku UMKM juga diperlukan. Ia berharap Octofest menjadi momentum untuk mempertemukan seluruh ekosistem industri mebel Jepara dalam satu ruang kolaborasi dan memberi perajin kesempatan memperkenalkan produk serta menjalin kerja sama bisnis.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin membuka peluang pasar yang lebih besar bagi para perajin dan pelaku usaha. Kita juga ingin memastikan bahwa industri mebel Jepara terus tumbuh, berinovasi, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Witiarso.
Rangkaian kegiatan mencakup pembukaan pameran, demo perajin secara langsung, business matching, presentasi produk UMKM, workshop desain furnitur, diskusi ekspor-impor, serta talkshow regenerasi perajin. Agenda lainnya meliputi lomba seni ukir, pertunjukan budaya, festival tukang ukir, apresiasi peserta, dan hiburan musik.
Sentra Mebel Mulyoharjo akan dihidupkan sebagai ekosistem pameran terbuka. Media promosi dan penunjuk arah dipasang sepanjang kawasan untuk mengundang masyarakat berkunjung ke showroom peserta. Selain stan utama mebel, tersedia area UMKM pendukung sepanjang sekitar 50 meter, yang menghadirkan produk kuliner, suvenir, aksesori kayu, serta kerajinan khas.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jepara Anjar Jambore Widodo berharap Octofest tidak hanya meningkatkan transaksi selama kegiatan, tetapi juga memberi dampak jangka panjang terhadap kunjungan publik, aktivitas ekonomi, dan penguatan identitas Sentra Mebel Mulyoharjo. “Melalui Octofest 2026, Jepara ingin kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat industri mebel dan kerajinan kayu unggulan Indonesia dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan,” ujarnya.












