Surabaya, Jatimmandiri.id – Ribuan mahasiswa, pemuda, dan santri Jawa Timur menyatukan komitmen untuk menjaga persatuan, menolak perpecahan, serta memerangi peredaran narkoba. Deklarasi yang melibatkan sekitar 5.000 peserta tersebut digelar dalam Konsolidasi Akbar Mahasiswa, Pemuda, dan Santri Jawa Timur 2026 di Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu.
Peserta berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Gerakan bersama ini dinilai penting untuk memperkuat peran generasi muda dalam menjaga keamanan sekaligus mempersiapkan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono mengapresiasi tekad para peserta yang menyatakan komitmen melawan perpecahan dan narkoba. Menurut dia, keterlibatan mahasiswa, pemuda, dan santri menjadi modal penting untuk menjaga kondusivitas Jawa Timur sebagai gerbang Nusantara.
“Generasi muda Jawa Timur yang akan mengisi Indonesia Emas 2045 hadir dengan semangat tinggi. Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, mereka bertekad mengisi pembangunan Jawa Timur agar lebih baik dan maju,” ujar Dekananto.
Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto juga mendorong generasi muda menghasilkan karya yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Ia menegaskan, kontribusi pemuda dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari keluarga hingga pembangunan negara.
“Teruslah berkarya untuk kemajuan diri kalian sendiri, keluarga, lingkungan, masyarakat, dan negara kita, NKRI. Negara dan bangsa menanti karya kalian,” ujar Piek.
Ia menambahkan, Kodam V/Brawijaya bersama Polda Jatim berkomitmen menjaga stabilitas wilayah sekaligus mengawal pelaksanaan program pemerintah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengingatkan mahasiswa dan pemuda agar tetap kritis terhadap kebijakan dan proses pembangunan. Namun, kritik perlu disertai gagasan yang membangun serta tidak mengorbankan persatuan.
“Janganlah berhenti untuk kritis, tetapi tetap solutif. Perbedaan harus kita sikapi dengan bijak, tetapi kita tetap harus menjaga persatuan,” pesan Adhy.
Ketua Cipayung Plus Jawa Timur Hendra Prayogi turut menyoroti pentingnya kecakapan bermedia sosial. Ia mengajak generasi muda memeriksa informasi sebelum membagikannya untuk mencegah penyebaran hoaks.
“Kami mengajak seluruh pemuda untuk sama-sama menghindari hoaks dan lain sebagainya. Ini poin-poin inti dari kegiatan ini, selain komitmen kami untuk menjaga persatuan sebagaimana yang sudah kami laksanakan dalam deklarasi,” kata Hendra.
Melalui konsolidasi tersebut, para pemangku kepentingan berharap pemuda Jawa Timur dapat menjadi penggerak persatuan, pelopor pencegahan narkoba, serta mitra kritis yang konstruktif dalam pembangunan daerah












