Lingkungan

Pemkot Kendari Imbau Warga Pilah Sampah Rumah Tangga

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

Pemkot Kendari Imbau Warga Pilah Sampah Rumah Tangga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kendari, Jatim Mandiri – Pemerintah Kota Kendari mengimbau masyarakat aktif memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga. Ajakan ini disampaikan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah pencemaran di Kendari, Sulawesi Tenggara. Pemilahan sampah diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dilakukan saat kegiatan kebersihan berlangsung.

Sekretaris Daerah Kota Kendari Amir Hasan menyampaikan imbauan tersebut saat menghadiri peringatan World Cleanup Day (WCD) 2026 di Kendari, Selasa. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan pentingnya keterlibatan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“World Cleanup Day adalah pengingat bahwa menjaga kebersihan harus menjadi kebiasaan kita sehari-hari, bukan hanya dilakukan pada kegiatan tertentu,” kata Amir Hasan.

Ia menekankan, persoalan sampah di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara tidak cukup ditangani melalui aksi kebersihan yang bersifat sementara. Upaya menjaga lingkungan juga tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan petugas kebersihan. Masyarakat perlu mengambil peran dengan mengelola sampah dari lingkungan masing-masing, terutama melalui kebiasaan memilah sampah.

Pengelolaan sampah yang buruk berpotensi mencemari lingkungan sekitar, menyumbat saluran drainase, memicu bencana banjir, hingga mengganggu kesehatan masyarakat. Karena itu, pembiasaan memilah sampah organik dan anorganik dinilai penting untuk diterapkan di berbagai tempat. Lingkungan yang disebut mencakup rumah tangga, sekolah, tempat kerja, serta pasar.

“Pengelolaan sampah yang buruk berpotensi mencemari lingkungan sekitar, menyumbat saluran drainase, memicu bencana banjir, hingga mengganggu kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, pembiasaan memilah sampah organik dan anorganik dari rumah tangga, sekolah, tempat kerja, serta pasar menjadi krusial,” ujarnya.

Pemkot Kendari juga mendorong warga memanfaatkan bank sampah dan kegiatan daur ulang. Barang penampungan yang memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan melalui langkah tersebut. Upaya ini dinilai dapat menekan volume sampah sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat. Pemerintah kota mengajak warga menjadikan pemanfaatan bank sampah sebagai bagian dari pengelolaan sampah.

Baca Juga  Indonesia dan Norwegia Luncurkan Fase Kelima Dana Hutan Komunitas

Upaya itu membutuhkan sinergi berkesinambungan dari berbagai unsur daerah. Perangkat kota, dunia usaha, komunitas lingkungan, dan generasi muda diminta ikut mendorong kepedulian terhadap kebersihan. Penanganan sampah di daerah tidak cukup mengandalkan satu pihak, sehingga keterlibatan unsur tersebut diharapkan berlangsung secara berkesinambungan.

Pelajar dan mahasiswa juga diharapkan menjadi pelopor kepedulian lingkungan di kawasan permukiman maupun wilayah pesisir. Peran mereka dapat mendukung kepedulian terhadap persoalan sampah di dua lingkungan tersebut. Pemkot Kendari turut mendorong masyarakat membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan.

“Melalui momentum WCD 2026, Pemkot Kendari berharap ada perubahan perilaku nyata dari warga sehingga tercipta lingkungan Kendari yang makin bersih, sehat, maju, dan berkelanjutan,” kata Amir Hasan. Harapan itu disampaikan seiring ajakan memilah dan mengelola sampah, memanfaatkan bank sampah, serta melakukan daur ulang. Pemkot juga mengajak berbagai unsur daerah untuk bersinergi menjaga lingkungan Kendari secara berkelanjutan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *