Surabaya, Jatim Mandiri
Ledakan yang diduga berasal dari tabung Elpiji merusak 12 rumah di Jalan Kupang Segunting, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Senin pagi (26/10). Dua orang lanjut usia mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit, sementara polisi masih menyelidiki penyebab kejadian.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.25 WIB. Sebelum ledakan, warga bernama Agus Pramono, 51, mengaku mencium aroma gas menyengat di sekitar lokasi. “Sekitar jam 7.25 WIB tadi, ada suara teriakan dari rumah itu. Ternyata tabung gas di rumah milik korban bocor, lalu ada percikan api listrik dan langsung meledak,” ujar Agus.
Namun, dugaan kebocoran dan percikan listrik tersebut masih berdasarkan kesaksian warga. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan menegaskan, polisi masih mendalami pemicu ledakan.
“Ya, kita dalami. Dari tabung Elpiji itu, apakah kebocoran atau karena faktor lain, kita sedang dalami,” katanya di lokasi kejadian, Senin (26/10).
Menurut kesaksian Yuli, 56, warga yang rumahnya terdampak, ledakan terjadi secara mendadak ketika dia sedang duduk di bagian tengah depan rumah. Suami dan anaknya berada di dalam rumah saat plafon tiba-tiba runtuh dan kaca-kaca pecah.
Yuli sempat mengira terjadi gempa bumi. Dia kemudian memanggil anaknya agar segera keluar untuk menyelamatkan diri. Setelah berada di luar, dia melihat kerusakan juga terjadi pada sejumlah rumah di sekitarnya.
“Plafon langsung jatuh semua di tempatku. Akhirnya, aku keluar,” kata Yuli.
Menurut pendataan BPBD, enam rumah mengalami kerusakan sedang hingga berat, sedangkan enam rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Kerusakan terjadi dengan tingkat berbeda di sekitar lokasi ledakan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya Linda Novanti menyebutkan, dua korban mengalami luka berbeda. Korban berinisial JL, 54, mengalami luka bakar 75 persen dan dirawat di RSUD dr. Mohamad Soewandhie. Sementara itu, RLOA, 84, mengalami luka akibat serpihan kaca di tangan kiri dan dirawat di RS William Booth.
Kapolrestabes Surabaya membenarkan kedua korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab ledakan.
Setelah kejadian, petugas melakukan evakuasi korban dan mengamankan lokasi. Tim BPBD bersama aparat kepolisian memasang garis pengaman, membersihkan puing bangunan, serta mengimbau warga agar tidak mendekati area terdampak.
Petugas juga menyelamatkan empat anak anjing yang sempat terjebak di lantai dua rumah warga. Sementara itu, tim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara untuk mendukung penyelidikan.
Polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan apakah ledakan dipicu kebocoran LPG atau faktor lain. Masyarakat diimbau menjauhi lokasi selama proses pemeriksaan dan penanganan berlangsung. (*/bil/raf/ibn)












