Lumajang, Jatimmandiri.id – Partai Golkar menyiapkan strategi untuk memperbesar keterwakilan di parlemen, mulai dari Kabupaten Lumajang hingga tingkat nasional. Namun, peningkatan jumlah kursi legislatif dinilai tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan struktur partai. Kepercayaan masyarakat dan konsistensi kerja kader menjadi modal utama untuk mencapai target tersebut.
Pesan itu disampaikan anggota DPR RI H. Muhamad Nur Purnamasidi dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar di Kabupaten Lumajang, Minggu (25/10/2026). Kegiatan yang melibatkan kader dan simpatisan tersebut berlangsung di kantor DPD Golkar Lumajang, Jalan Veteran.
Nur Purnamasidi menekankan bahwa peringatan hari lahir Golkar setiap 20 Oktober harus menjadi momentum konsolidasi sekaligus memperkuat hubungan partai dengan masyarakat. Organisasi yang solid, menurutnya, perlu diikuti kemampuan kader dalam menyerap aspirasi dan membangun kepercayaan publik.
Di tingkat kabupaten, Golkar membidik sedikitnya dua kursi DPRD dari setiap daerah pemilihan. Dengan tujuh dapil di Lumajang, target tersebut membutuhkan persiapan matang, penguatan struktur hingga tingkat bawah, serta kerja politik yang berkelanjutan.
Kader juga dituntut menghadirkan kontribusi nyata bagi warga. Keterwakilan di DPRD diharapkan tidak berhenti pada pencapaian elektoral, tetapi diwujudkan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Ambisi serupa diarahkan ke tingkat provinsi dan pusat. Golkar menginginkan peningkatan perolehan kursi DPRD Jawa Timur dari wilayah Jember–Lumajang. Untuk DPR RI, Nur Purnamasidi berharap kawasan tersebut mampu memiliki dua wakil.
Target itu menjadi tantangan bagi jajaran partai dalam memperluas basis dukungan, menjaga komunikasi dengan pemilih, serta menyiapkan kader menghadapi kontestasi politik berikutnya.
Peringatan HUT Golkar di Lumajang juga diisi berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Selain jalan santai, panitia menggelar pertandingan sepak bola, donor darah, serta penjualan paket sembako seharga Rp50.000.
Penjualan sembako ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Adapun donor darah menjadi bentuk partisipasi kemanusiaan, sementara kegiatan olahraga dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan kader dan warga.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi sarana mendekatkan partai kepada masyarakat di luar agenda politik formal. Meski demikian, keberlanjutan kegiatan sosial dan respons terhadap persoalan warga tetap menjadi ukuran penting dalam membangun hubungan jangka panjang.
Dengan target penambahan kursi di berbagai tingkatan parlemen, Golkar menghadapi pekerjaan besar untuk menyeimbangkan konsolidasi internal dengan pelayanan publik. Dukungan pemilih pada akhirnya akan ditentukan oleh konsistensi kader, keterbukaan komunikasi, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.












