Lumajang, Jatimmandiri.id – Kiprah perempuan Nahdliyin dalam membangun kehidupan sosial, pendidikan, dan keagamaan di Kabupaten Lumajang akan dihimpun dalam sebuah dokumen sejarah organisasi. Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Lumajang mulai menyusun rekam jejak perjalanan organisasinya dengan target penyelesaian pada Oktober 2027.
Langkah ini ditandai dengan pengukuhan tim penyusun sejarah dalam rangkaian peringatan Hari Santri di Rumah Suko, Lumajang, Minggu (25/10/2026). Kegiatan tersebut juga diisi dengan pelaksanaan Mustika Segar, program yang menjadi bagian dari agenda organisasi untuk memperkuat kapasitas dan peran kader perempuan.
Anggota DPRD Kabupaten Lumajang, Qumi Husnuniyati, S.Ag., M.A., menyampaikan bahwa dokumentasi sejarah penting untuk menjaga kesinambungan perjuangan Muslimat NU sekaligus memberikan pemahaman kepada generasi penerus mengenai perjalanan organisasi.
“Melalui pengukuhan tim penyusun sejarah ini, kami berharap perjalanan Muslimat NU di Kabupaten Lumajang dapat terdokumentasi dengan baik. Sejarah organisasi penting untuk diketahui generasi sekarang sekaligus menjadi pijakan bagi kader-kader yang akan melanjutkan perjuangan,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Penyusunan sejarah ini tidak sekadar diarahkan untuk menghasilkan catatan kronologis. Tim diharapkan mampu menghimpun arsip organisasi, dokumentasi kegiatan, kesaksian tokoh, serta berbagai sumber lain yang dapat diverifikasi. Pendekatan tersebut diperlukan agar perjalanan organisasi tergambar secara utuh, mulai dari masa perintisan, perkembangan kepengurusan, hingga kontribusi kader dalam kehidupan masyarakat.
Penelusuran dokumen lama dan wawancara dengan para tokoh yang mengetahui perjalanan Muslimat NU menjadi bagian penting dari proses tersebut. Data mengenai tahun berdiri, pergantian kepengurusan, tokoh perintis, dan perkembangan program perlu diperiksa silang agar menghasilkan naskah yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, pelaksanaan Mustika Segar menjadi ruang penguatan kapasitas kader. Program ini diarahkan untuk mendorong pemberdayaan perempuan, meningkatkan kontribusi sosial, serta memperkuat peran kader dalam bidang pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan keluarga.
Kegiatan tingkat cabang tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat koordinasi dan kebersamaan anggota agar program organisasi semakin selaras dengan kebutuhan masyarakat Lumajang.
Dengan tenggat Oktober 2027, tim penyusun menghadapi tahapan pengumpulan data, verifikasi sumber, wawancara, penulisan naskah, hingga penyuntingan akhir. Hasilnya diharapkan menjadi referensi bagi kader dan masyarakat sekaligus mewariskan pengalaman para pendahulu kepada generasi berikutnya.
Melalui langkah ini, PC Muslimat NU Lumajang berupaya memastikan bahwa sejarah perjuangan perempuan Nahdliyin tidak berhenti sebagai cerita lisan, tetapi tersimpan dalam dokumentasi yang dapat dipelajari lintas generasi.












