Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Di balik kerenyahan kerupuk khas Sidoarjo yang tersohor hingga berbagai daerah, tersimpan tekanan berat yang menghimpit para perajin skala rumahan.
Melonjaknya harga minyak goreng di pasaran membuat para pelaku usaha mikro di Kecamatan Tulangan terdesak hebat hingga terpaksa melirik praktik pinjaman online (pinjol) ilegal demi menjaga dapur produksi tetap mengepul.
Kenaikan harga bahan baku dan minyak goreng tersebut tidak diimbangi dengan kenaikan harga jual kerupuk di tingkat eceran, sehingga menggerus margin keuntungan hingga tahap paling kritis.
Di tengah kesulitan modal dan ketiadaan skema subsidi cepat, banyak perajin mengambil jalan pintas mengakses pinjaman daring dengan bunga mencekik demi mengejar pencairan instan.
Salah satu perajin kerupuk kawasan Tulangan, Maryono (48), mengungkapkan betapa sulitnya bertahan di tengah himpitan biaya produksi yang kian melambung.
“Harga minyak goreng terus naik, sementara kalau harga kerupuk kami naikkan, pembeli langsung lari. Mau pinjam ke bank resmi prosesnya rumit dan lama, padahal kami butuh uang cepat buat beli bahan besok pagi. Akhirnya banyak teman-teman terpaksa ambil pinjol ilegal meski bunganya gila-gilaan. Kalau tidak begitu, dapur dan produksi berhenti total. Kami sangat butuh subsidi modal riil dari pemerintah, bukan sekadar janji,” ujar Maryono saat ditemui di rumah produksinya di Tulangan, Minggu (25/20/2026).
Menanggapi persoalan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, M Ainur Rahman, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dan menyiapkan langkah intervensi cepat berupa stabilisasi harga dan penyediaan skema modal berbunga ringan.
“Kami prihatin dengan kondisi yang dialami para perajin kerupuk di Tulangan. Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Perindag akan segera turun ke lapangan untuk menginventarisasi kebutuhan perajin. Kami menyiapkan program bantuan permodalan bunga ringan seperti Kurda Sayang serta operasi pasar minyak goreng agar pelaku usaha mikro terbebas dari jeratan pinjol ilegal yang merugikan,” tegas Ainur.
Pemkab Sidoarjo kini tengah mengoordinasikan penanganan darurat untuk menyelamatkan sentra industri kerupuk agar terhindar dari ancaman kebangkrutan massal sekaligus memutus rantai ketergantungan perajin kecil pada pinjol.












