Malang, Jatim Mandiri
Pasar Lambe Lawas memperkuat wisata kuliner tradisional sekaligus membuka peluang usaha bagi 62 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Malang Raya. Pasar bertema budaya Jawa ini resmi diluncurkan di kawasan Wisata Edukasi Pengangguran Malang, Kampus II Polbangtan Malang, Minggu (25/10).
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi pengembangan pasar yang memadukan pelestarian kuliner tempo dulu, wisata edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat itu. “Ini daya tarik tersendiri. Mudah-mudahan Pasar Lambe Lawas ini, karena mengusung tema dengan nuansa kebudayaan, tetap bisa melestarikan budaya yang ada di Kota Malang. Kita tetap mengingat dan menjaga kawasan budaya agar terus terpelihara,” ujar Wahyu.
Menurutnya, konsistensi konsep dan kualitas layanan perlu dijaga agar pasar berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik bagi warga maupun wisatawan luar daerah. Wahyu juga menilai potensi budidaya anggur di kawasan itu dapat melengkapi wisata kuliner.
Pengunjung bisa belajar penanaman dan perawatan tanaman sekaligus menikmati makanan tradisional. Manajer Duta Pengangguran sekaligus Ketua Pasar Lambe Lawas, Dwi Supriyanto, mengatakan jumlah pedagang meningkat dari 50 UMKM saat pembukaan awal pada 11 Oktober menjadi 62 UMKM saat peluncuran resmi.
Pasar dijadwalkan beroperasi dua kali setiap bulan, yakni Minggu Legi dan Minggu Kliwon berdasarkan penanggalan Jawa. Pengelola juga menyiapkan peningkatan fasilitas, termasuk naungan bagi pedagang dan pengunjung. Penataan kawasan di bawah pepohonan diharapkan menjaga kenyamanan sekaligus memperkuat suasana tradisional. (*/ibn)












