Surabaya, Jatimmandiri.id – Sebanyak 438.126 murid SMA, SMK, SLB, dan sederajat di Jawa Timur telah terdaftar mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan para siswa agar menjadikan asesmen tersebut sebagai kesempatan mengukur hasil belajar dan mengenali potensi diri, bukan sebagai penentu tunggal masa depan.
“Jangan pernah merasa bahwa masa depan kalian hanya ditentukan oleh angka hasil ujian. Setiap anak memiliki kecerdasan, kelebihan, dan potensi yang berbeda. Yang terpenting adalah berusaha sungguh-sungguh, mengerjakan dengan jujur, dan memberikan kemampuan terbaik. Ibu percaya anak-anak Jawa Timur mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan,” ujarnya di Surabaya, Minggu (25/10).
Khofifah menjelaskan, TKA merupakan instrumen berstandar untuk memperoleh gambaran capaian akademik murid. Hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan peningkatan mutu pendidikan sekaligus pertimbangan dalam seleksi pendidikan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, ia menegaskan bahwa hasil asesmen tidak boleh menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan siswa. Setiap anak memiliki keunggulan berbeda yang perlu dikembangkan melalui proses belajar secara tekun dan berkelanjutan.
Karena itu, Khofifah meminta orang tua dan guru menciptakan suasana yang mendukung agar siswa dapat mengikuti ujian dengan tenang. Tekanan berlebihan terkait nilai justru perlu dihindari supaya anak dapat memberikan kemampuan terbaiknya.
“Kepada bapak dan ibu, para orang tua, mari kita dampingi anak-anak dengan doa, kasih sayang, dan kalimat-kalimat yang menguatkan. Jangan membebani mereka dengan tuntutan nilai yang berlebihan. Yakinkan bahwa kita bangga atas perjuangan dan kesungguhan mereka dalam belajar,” katanya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang mengacu pada dasbor pusat TKA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 16 Oktober 2026, jumlah peserta terdaftar mencapai 438.126 murid atau 94,54 persen dari total 463.397 calon peserta.
Pelaksanaan TKA untuk jenjang SMA, SMK, SLB, dan sederajat dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Ujian dilaksanakan secara bertahap sesuai pembagian gelombang.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, Khofifah meminta Dinas Pendidikan Jatim, cabang dinas, dan kepala sekolah memeriksa kesiapan komputer, jaringan internet, pasokan listrik, ruang ujian, serta petugas penyelenggara.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan koordinasi telah dilakukan dengan PT PLN (Persero) dan PT Telkom Indonesia wilayah Jawa Timur untuk mengantisipasi gangguan listrik maupun konektivitas selama ujian.
Aries menambahkan, hasil TKA juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk memetakan kebutuhan pembelajaran, meningkatkan kompetensi guru, serta mendukung pemerataan kualitas pendidikan di Jawa Timur.












