Intisari Berita:
- Pemkab Nganjuk bersama Baznas luncurkan program Santri Tani untuk bangun kemandirian pangan di lingkungan pondok pesantren.
- Bantuan berupa sarana hidroponik, paket Pekarangan Pangan Bergizi (P2B), dan ternak disalurkan langsung ke pesantren.
- Inisiatif agribisnis santri ini ditargetkan mampu menekan angka stunting serta mengendalikan laju inflasi daerah lewat pangan lokal.
Nganjuk, Jatimmandiri.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk terus mengakselerasi kemandirian pondok pesantren melalui terobosan program unggulan bertajuk Santri Tani. Inisiatif strategis ini diinisiasi melalui kolaborasi lintas sektor antara Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nganjuk guna menciptakan ekosistem kelembagaan pesantren yang produktif, berdaya saing, serta berdampak nyata bagi ketahanan pangan warga sekitar.
Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, menegaskan bahwa esensi program Santri Tani melampaui aktivitas bercocok tanam konvensional semata. Program ini diarahkan sebagai instrumen pembinaan karakter, penempaan etos kemandirian, dan peningkatan kecakapan hidup (life skills) santri di luar kurikulum keagamaan.
“Kami harapkan kegiatan ini dapat membantu menekan angka stunting di wilayah Nganjuk sekaligus mengendalikan laju inflasi melalui ketersediaan pangan lokal yang cukup,” ujar Trihandy di Nganjuk.
Fasilitasi Hidroponik, Paket P2B, hingga Ternak untuk Pesantren
Sebagai wujud implementasi konkret di lapangan, pihak penyelenggara menyalurkan paket bantuan sarana dan prasarana budidaya secara menyeluruh kepada pondok-pondok pesantren yang menjadi lokus percontohan program.
Dukungan teknis yang disalurkan mencakup sejumlah instrumen ketahanan pangan mandiri, di antaranya:
- Penyediaan instalasi dan peralatan pertanian modern berbasis sistem hidroponik.
- Penyaluran paket Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong di lingkungan pesantren.
- Bantuan bibit dan indukan ternak untuk membekali santri keterampilan peternakan terintegrasi.
Melalui sarana pendukung tersebut, para santri diberikan pelatihan teknis budidaya tanaman pangan dan pemeliharaan hewan ternak secara berkelanjutan, sehingga kawasan pesantren siap menjadi pilar penopang kedaulatan pangan lokal di tingkat kecamatan.
Sinergi Dinas Pertanian dan Baznas Bidik Swasembada Pangan Daerah
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, menegaskan bahwa program Santri Tani membawa misi pembangunan daerah jangka panjang. Di samping membangun kedaulatan internal lembaga keagamaan, ketersediaan bahan pangan segar hasil panen pesantren diproyeksikan menjadi penyangga stabilitas harga komoditas pokok di pasar daerah.
“Kami harapkan kegiatan ini dapat membantu menekan angka stunting di wilayah Nganjuk sekaligus mengendalikan laju inflasi melalui ketersediaan pangan lokal yang cukup,” papar Ida memberikan keterangannya, Kamis (22/10/2026).
Intervensi pemenuhan gizi dari pekarangan bergizi ini dinilai selaras dengan target penurunan kasus gagal tumbuh pada anak (stunting) di pedesaan, sekaligus meredam lonjakan inflasi bahan makanan melalui penguatan pasokan pangan secara mandiri.
Apresiasi Kalangan Pesantren untuk Keterampilan Masa Depan
Inisiatif program Santri Tani menuai sambutan positif dari jajaran pengasuh maupun para santri di lingkungan pesantren Kabupaten Nganjuk. Para santri menyambut antusias transfer pengetahuan agribisnis dan mengharapkan pembinaan teknis semacam ini berlangsung secara berkesinambungan.
Dengan adanya bekal keterampilan terapan ini, generasi muda lulusan pesantren tidak hanya menguasai khazanah ilmu agama secara mendalam, tetapi juga memiliki keahlian praktis di sektor pertanian dan peternakan yang aplikatif bagi masa depan kemandirian ekonomi mereka.
Menutup keterangannya, Wabup Trihandy mengajak seluruh elemen daerah untuk terus mengawal peran transformatif kalangan pesantren di era modern. “Mari kita dukung santri yang berdaya dan berdaya saing untuk kemajuan Nganjuk,” ajaknya.












