Jatim

HKTI Lumajang Siapkan Hilirisasi Hasil Tani Bernilai Tinggi

Penulis: Dewi Sekar / Eni KusmayaEditor: Ayn
×

HKTI Lumajang Siapkan Hilirisasi Hasil Tani Bernilai Tinggi

Sebarkan artikel ini
Ketua HKTI Kabupaten Lumajang, M. Jamaludin, dalam kegiatan memperingati Hari Pangan Sedunia yang berlangsung di Pendopo Arya Wiraraja.
Example 468x60

Lumajang, Jatimmandiri – Petani Lumajang diharapkan tidak lagi bergantung pada penjualan hasil panen dalam bentuk mentah. Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menyiapkan penguatan hilirisasi pertanian untuk meningkatkan nilai jual komoditas lokal, memperluas akses pasar, dan mendorong kesejahteraan petani.

Ketua HKTI Kabupaten Lumajang, M. Jamaludin, mengatakan pengolahan hasil pertanian menjadi salah satu prioritas kepengurusan yang kembali dipimpinnya. Menurut dia, komoditas seperti pisang dan kopi memiliki peluang ekonomi lebih besar jika diolah sebelum dipasarkan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Banyak komoditas di Lumajang yang masih dijual dalam bentuk mentah ke luar daerah. Misalnya pisang dan kopi. Ke depan, bagaimana kita mendampingi petani agar hasil pertaniannya bisa diolah lebih lanjut sehingga memiliki nilai tambah dan mampu mengangkat kesejahteraan mereka,” kata Jamaludin.

Upaya tersebut akan ditempuh melalui pendampingan langsung kepada petani, pengawalan kebijakan pemerintah, serta pengembangan industri pengolahan. Dengan demikian, petani tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga berpeluang menikmati nilai tambah dari proses produksi dan pemasaran.

HKTI Lumajang juga mencakup subsektor perkebunan, peternakan, dan perikanan. Karena itu, program pendampingan diharapkan menjangkau berbagai kelompok tani dan pelaku usaha pangan.

Selain hilirisasi, Jamaludin menyoroti fluktuasi harga sayuran, terutama cabai, yang kerap merugikan petani. Salah satu solusi yang didorong ialah mempertemukan petani dengan pembeli atau packer untuk menyerap hasil panen dan membuka kepastian pasar.

“Kita tidak bisa tinggal diam ketika harga komoditas berfluktuasi. Harus ada solusi, misalnya mendatangkan pembeli atau “packer” yang bisa menyerap hasil sayuran petani. HKTI harus hadir di tengah-tengah mereka untuk membantu mencari jalan keluar,” ujarnya.

Ia menegaskan, HKTI akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan pihak terkait untuk mendukung kebijakan yang berpihak kepada petani.

Baca Juga  Seratusan Santri Sidoarjo Diduga Keracunan MBG

“Harapan saya, selama periode ini, HKTI bisa membantu menyejahterakan petani di Lumajang. Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk mencari solusi agar petani bisa naik kelas,” katanya.

Pelantikan dan Expo Pangan

Penguatan organisasi tersebut turut ditandai rangkaian kegiatan pada 16–17 Oktober untuk memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober. Kegiatan dipusatkan di Pendopo Arya Wiraraja dan dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) HKTI Jawa Timur, petani, serta pelaku sektor perkebunan, perikanan, dan kelompok tani lainnya.

Agenda meliputi pelantikan pengurus HKTI tingkat kabupaten, sarasehan kedaulatan pangan yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional, serta pameran atau expo produk pangan.

Jamaludin berharap rangkaian kegiatan tersebut memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas wawasan, dan membuka kolaborasi antara petani, pemerintah, serta pelaku usaha. Langkah ini diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas pemasaran produk lokal, meningkatkan nilai tambah hasil bumi, dan mewujudkan petani Lumajang yang mandiri serta sejahtera.(

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *