Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional, Masjid Al-Millah Sidoarjo membuat gebrakan kegiatan religi terintegrasi.
Dengan mengusung filosofi pitutur luhur Jawa, “Sing Temen Tinemu” (siapa yang bersungguh-sungguh akan memetik hasil), masjid yang terletak di kawasan Pondok Jati, Sidoarjo ini siap menggelar Festival Dakwah 2 pada Sabtu hingga Minggu (17-18/10) hingga (18/10/2026).
Acara yang dirancang non-stop selama lebih dari 24 jam ini mengombinasikan gerakan memakmurkan masjid melalui ibadah Mabit (bermalam di masjid), edukasi lintas generasi, bakti sosial, hingga perputaran ekonomi umat melalui bazaar UMKM.
Pihak Panitia Penyelenggara Festival Dakwah 2 menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dikemas secara masif untuk menarik minat seluruh elemen keluarga, mulai dari anak-anak hingga lansia, agar kembali mencintai aktivitas kemasjidan.
Perwakilan Panitia Penyelenggara Festival Dakwah 2, Ahmad Zaini, menegaskan makna filosofis di balik pemilihan tema kegiatan akbar tahun ini.
”Tahun ini kami ingin menghadirkan atmosfer dakwah yang merangkul semua lini. Tema ‘Sing Temen Tinemu’ kami pilih sebagai pemantik semangat jemaah Sidoarjo, bahwa dengan kesungguhan dalam beribadah, menuntut ilmu, dan berikhtiar, insyaallah jalan kemenangan akan dibukakan,” ujar Suyono ST selalu humas acara saat dikonfirmasi media, Jumat (16/10) malam.
Panitia menambahkan, daya tarik utama festival kali ini adalah kehadiran para da’i nasional serta pakar edukasi yang mengisi kajian spesifik sesuai segmentasi usia jemaah.
”Kami membagi kajian menjadi beberapa klaster. Ada Kajian Umum bersama Ustadz Hilmi Firdausi, Kajian Remaja bersama Ustadz Aditya Abdurrahman, hingga Kajian Kids yang dipandu oleh Kak Erlan menggunakan metode dongeng islami yang interaktif agar anak-anak betah di masjid,” tambahnya.
Tidak hanya fokus pada siraman rohani, Festival Dakwah 2 ini juga menyediakan panggung kompetisi lewat Lomba Hafalan Al-Qur’an antar-TPQ sewilayah Sidoarjo, layanan Medical Check-up (pemeriksaan kesehatan) gratis bagi masyarakat umum, serta puluhan stan bazaar kuliner dan produk muslim.
”Harapan besar kami, melalui momentum Mabit dan rangkaian kajian dari para asatidz seperti Ustadz Carlos Abu Hamzah, Ustadz Suhadi Fadjaray, hingga Ustadz Yunan Daris, Masjid Al-Millah tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual saja, tetapi juga menjelma sebagai pusat peradaban, pendidikan, dan penguatan ekonomi umat di Sidoarjo,” pungkas Suyono ST dari balik sambungan telepon.
Seluruh rangkaian acara ini dibuka secara gratis untuk umum. Pihak takmir dan panitia juga telah menyiapkan fasilitas ruang mabit yang representatif serta logistik penunjang bagi para jemaah yang berkomitmen mengikuti jalannya acara hingga subuh berjamaah.












