Jateng

Kemendikdasmen Apresiasi Kreativitas Murid Lewat FLS3N Dikmen 2026 dengan 16 Cabang Ajang

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

Kemendikdasmen Apresiasi Kreativitas Murid Lewat FLS3N Dikmen 2026 dengan 16 Cabang Ajang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta Pusat, Jatim Mandiri – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan karya seni serta sastra murid melalui penyelenggaraan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang pendidikan menengah tingkat nasional 2026. Ajang bergengsi ini menjadi wadah bagi para siswa dari seluruh Indonesia untuk menunjukkan bakat terbaik mereka.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen Maria Veronica Irene Herdjiono di Jakarta Pusat pada Senin (12/10) menyampaikan bahwa para finalis telah melalui proses panjang dan menunjukkan kemampuan terbaik untuk mewakili daerah masing-masing di tingkat nasional. Perjalanan kompetisi dimulai dari tingkat daerah sebelum akhirnya berlanjut ke pentas nasional.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Bagi yang menang, terus tingkatkan kemampuan diri. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati karena kesempatan untuk berprestasi akan selalu terbuka luas,” kata Irene.

Irene berharap pengalaman mengikuti kompetisi tersebut dapat mendorong murid untuk terus berkarya, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan kemampuan di bidang seni dan sastra. Prestasi para peserta juga diharapkan dapat menginspirasi murid lainnya untuk menggali potensi serta menghasilkan karya yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kepada adik-adik, selalu berusaha untuk berprestasi karena setiap talenta akan memiliki arti dan setiap karya dapat memberikan dampak dan inspirasi bagi negeri,” ujarnya.

FLS3N Dikmen 2026 mempertandingkan 16 cabang ajang, meliputi baca puisi, cipta lagu, cipta puisi, desain poster, film pendek, fotografi, instrumen solo gitar, jurnalistik, kreativitas musik tradisi, kriya, komik digital, menulis cerita pendek, menyanyi solo putra dan putri, monolog, serta tari kreasi. Keberagaman cabang tersebut menunjukkan komitmen Kemendikdasmen dalam mengakomodasi berbagai bentuk ekspresi seni dan sastra siswa.

Salah satu peserta yang meraih juara pertama adalah Syarifah Nayla dari SMKN 1 Tanjungpinang, Kepulauan Riau, yang berhasil memenangkan cabang komik digital setelah melalui proses persiapan dan kompetisi yang menantang. Nayla mengaku tantangan dalam mengembangkan ide menjadi karya justru mendorongnya untuk terus meningkatkan kemampuan. Dukungan guru pembimbing dan teman-teman turut membantunya menyelesaikan karya sesuai tenggat waktu.

Baca Juga  Revitalisasi Dua SMA Negeri di Blora Telan Rp4,14 Miliar, Tingkatkan Fasilitas Belajar hingga Akhir 2026

Nayla menilai keberhasilan mengikuti FLS3N tidak semata-mata diukur dari kemenangan, tetapi juga dari proses belajar, kedisiplinan, kemauan menerima kritik, dan keberanian mempercayai kemampuan diri. “Jangan berhenti di tengah jalan, kegagalan bukan akhir segalanya, dan kalian semua pasti bisa,” kata Nayla.

Pengalaman serupa disampaikan Daffa Haikal, murid SMKS Informatika Al Irsyad Al Islamiyah, Jawa Barat, yang meraih juara pertama cabang fotografi. Daffa mengaku sempat kurang percaya diri ketika melihat perlengkapan fotografi peserta lain yang lebih canggih dan mahal saat mengikuti kompetisi tingkat provinsi di Bandung. Namun ia menyadari kualitas foto tidak semata-mata ditentukan oleh perangkat yang digunakan, melainkan juga oleh kemampuan mengembangkan ide, memilih lokasi, dan menghasilkan gambar sesuai konsep. Dengan bantuan ibunya, Daffa menemukan lokasi pemotretan di sentra pembuatan emping melinjo yang kemudian mendukung proses kreatifnya hingga berhasil meraih posisi teratas di tingkat nasional.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *