Pasuruan, Jatim Mandiri
Sebanyak 1.334 taruna dan taruni dari enam SMAN Taruna Jatim mengikuti upacara pembaretan di Pusdik Brimob Watukosek, Gempol, Pasuruan, Kamis (8/10). Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan pendidikan ketarunaan harus membentuk karakter disiplin, mandiri, dan humanis
Enam sekolah tersebut yakni SMAN Taruna Nala, Taruna Angkasa, Taruna Bhayangkara, Taruna Brawijaya, Taruna Madani, dan Taruna Pamong Praja. Khofifah mengapresiasi daya tahan dan kedisiplinan taruna selama mengikuti pendidikan tanpa ketergantungan pada gawai selama 3 bulan.
Status ketarunaan, menurutnya, membawa tanggung jawab menjaga nama sekolah serta menjadi kader bela negara. “Mulai hari ini kalian tidak hanya membawa nama diri sendiri dan keluarga, kalian membawa nama sekolah dan nama taruna-taruni Jawa Timur sekaligus menjadi kader bela negara untuk menjaga NKRI. Oleh karena itu, junjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, nilai keindonesiaan, integritas, serta kejujuran,” tegasnya.
Khofifah juga meminta sekolah mencegah kekerasan dan perundungan berkedok senioritas.
“Jangan pernah menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan persoalan serta hindari bullying karena senioritas. Mari kita bangun proses pendidikan penuh kedisiplinan tetapi juga dilaksanakan secara humanis,” pesannya.
Ia menekankan solidaritas antarsekolah perlu dipelihara sebagai modal menjaga persatuan.
“Solidaritas yang terbangun antarsekolah taruna harus dapat terus dipelihara hingga para siswa menyelesaikan masa studi. Persaudaraan yang kokoh menjadi modal utama dalam menjaga persatuan NKRI di masa depan,” imbuhnya.
Salah satu taruna, Rizky Drajat, mengaku bahagia setelah dinyatakan diterima di SMAN Taruna Madani. “Senang sekali dan saya ingin berterima kasih kepada ayah dan mama yang telah mendidik saya sedemikian rupa. Mohon maaf atas kesalahan saya di masa lampau dan saya ingin membahagiakan mereka berdua,” ungkapnya. (*/ibn)












