Malang, Jatim Mandiri
Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya segera beroperasi dengan 14 bus utama dan satu cadangan, menghubungkan Kota Malang hingga Kabupaten Malang. Layanan baru ini menawarkan tarif Rp5.000 untuk umum dan Rp2.500 bagi pelajar serta santri.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jatim Ainur Rofik mengatakan persiapan operasional hampir rampung. Rute tersebut menghubungkan Terminal Talangagung Kepanjen, Gondanglegi, Terminal Hamid Rusdi, hingga Terminal Arjosari.
“Insya Allah Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya ini menghubungkan Terminal Talangagung di Kepanjen, Kabupaten Malang, melewati Gondanglegi, lalu terus sampai ke Terminal Hamid Rusdi, hingga berakhir di Terminal Arjosari,” ujar Ainur Rofik, Kamis (8/10). “Alhamdulillah pengerjaan di lapangan kurang sedikit lagi yang harus kita selesaikan. Secara prasarana kita sudah mulai jalan,” terangnya.
Saat ini, Dishub Jatim memfinalisasi rambu lalu lintas, halte, dan marka jalan, terutama pada wilayah Kabupaten Malang. “Kita akan start membangun halte, pemasangan rambu-rambu lalu lintas, serta pembuatan marka jalan, yang dimulai dari daerah Kabupaten dulu,” tambah Ainur.
Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Jatim Citto Eko Yuli mengatakan armada bus telah siap beroperasi. “Akhir bulan ini, Insya Allah 30 Oktober akan diresmikan langsung oleh Ibu Gubernur Khofifah,” kata Citto.
“Harga tiket tetap sama, armada bus yang beroperasi sebanyak 14 bus. Lalu ada satu bus cadangan,” tambahnya. Rute dimulai dari Terminal Arjosari menuju Jalan Sulfat, Terminal Hamid Rusdi, Bululawang, Kepanjen, dan berakhir di Terminal Talangagung.
“Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya akan terintegrasi dengan Koridor I Malang Raya di Terminal Hamid Rusdi. Harga tiket Rp 5 Ribu dan bisa berpindah koridor selama masih dalam batas waktu dua jam,” tandasnya. Layanan ini diharapkan memperkuat transportasi publik dan membantu mengurai kemacetan Malang Raya. (*/ibn)












