Nasional

Pemerintah Indonesia Berkoordinasi dengan Berbagai Negara Demi Selamatkan ABK MT Honour 25

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

Pemerintah Indonesia Berkoordinasi dengan Berbagai Negara Demi Selamatkan ABK MT Honour 25

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Jatim Mandiri – Pemerintah Indonesia menjaga koordinasi intensif dengan berbagai negara dalam upaya membebaskan anak buah kapal (ABK) MT Honour 25 yang disandera perompak di perairan Somalia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir.

“Koordinasi tidak saja dilakukan dengan pemerintah Somalia dan pemilik kapal, tetapi juga dengan pemerintah-pemerintah yang warga negaranya menjadi kru kapal tersebut,” ujar Arrmanatha Nasir usai serah terima ABK WNI kepada keluarganya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng, Banten, pada hari Selasa.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Lebih lanjut, Indonesia menjaga komunikasi dengan India, Pakistan, dan Myanmar yang warga negaranya juga menjadi ABK di kapal yang dibajak. Kapal MT Honour 25 diketahui diawaki oleh 10 ABK asal Pakistan serta masing-masing satu awak dari India dan Myanmar, selain empat ABK WNI.

Kepulangan para WNI ABK MT Honour 25 ke tanah air merupakan akhir dari berbagai upaya diplomasi yang dilakukan Indonesia untuk menyelamatkan mereka dari cengkeraman bajak laut Somalia. Arrmanatha mengapresiasi langkah Sugiono saat menjabat sebagai Menlu RI ketika pembajakan terjadi yang langsung memimpin upaya diplomasi dan memberikan perhatian tinggi.

“Sejak awal, kami terus berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan RI, dengan keluarga ABK, dan juga pemilik kapal,” kata dia.

Kapal MT Honour 25 dilaporkan dibajak di perairan Hafun, Somalia, pada 22 April 2026. Sementara itu, operasi penyelamatan para sandera di kapal tersebut berlangsung pada 29 September 2026. Keempat WNI ABK MT Honour 25 yang tiba di Indonesia yaitu Kapten Ashari Samadikun (34) asal Gowa, Sulawesi Selatan; Wahudinanto (48) asal Pemalang, Jawa Tengah; Adi Faizal (27) asal Bulukumba, Sulawesi Selatan; dan Fiki Mutakin (25) asal Bogor, Jawa Barat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *