Lumajang, Jatimmandiri.id – Pembinaan panjat tebing di Kabupaten Lumajang menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak 80 atlet mengikuti Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) tahun ini, meningkat dibanding pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
Ketua Umum KONI Kabupaten Lumajang Budi Satria Andhika mengatakan, peningkatan peserta menjadi indikator geliat pembinaan mulai membuahkan hasil.
“Alhamdulillah, panjat tebing Lumajang telah menunjukkan progres peningkatan yang signifikan, baik dari sisi prestasi di beberapa kejuaraan open maupun Kejurprov yang diikuti, maupun dari pembinaan yang rutin dilakukan,” ujar Budi.
Menurut dia, pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari konsistensi klub dalam melakukan pembinaan. Minat atlet muda juga meningkat seiring semakin terbukanya ruang kompetisi. Panjat tebing kini dipertandingkan dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).
“Ini menjadi salah satu dampak positif karena semakin banyak pelajar yang mengenal dan menekuni panjat tebing. Pembinaan di klub juga berjalan rutin sehingga muncul atlet-atlet baru,” katanya.
Penguatan pembinaan juga ditopang sarana. Pemerintah Kabupaten Lumajang merestui rencana pemindahan wall panjat tebing dari Glagah Arum ke kawasan Stadion Semeru. Lokasi yang berada di pusat kawasan olahraga diharapkan memudahkan akses latihan sekaligus mendorong intensitas pembinaan.
“Ini tentu akan menambah motivasi dan semangat para atlet Lumajang untuk terus berlatih dan meningkatkan prestasi,” ujarnya.
Budi menilai prestasi atlet panjat tebing Indonesia di tingkat internasional turut memantik motivasi atlet daerah.
“Apalagi kita melihat prestasi atlet panjat tebing Indonesia di ajang internasional. Ini tentu menjadi motivasi bagi atlet Lumajang bahwa mereka juga memiliki peluang untuk berprestasi lebih tinggi,” kata Budi.
Dengan bertambahnya atlet, kompetisi rutin dan dukungan fasilitas, panjat tebing Lumajang ditargetkan mampu melahirkan atlet hingga level provinsi dan nasional.












