Intisari Berita:
- Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendukung peresmian 2 program magister baru King’s College London (KCL) di Singhasari, Kabupaten Malang.
- Program studi mencakup LLM Digital Law dan MSc Advanced Cyber Security guna menjawab eskalasi 1,52 miliar serangan siber hingga April 2026.
- Didukung beasiswa LPDP, angkatan perdana MSc Advanced Cyber Security dibuka September 2027 dengan kuota awal 20 hingga 30 mahasiswa.
Malang, Jatimmandiri.id — Eskalasi kerentanan ekosistem digital nasional mendorong penguatan kapasitas talenta ahli di garda terdepan regulasi dan pertahanan siber. Menjawab tantangan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungan penuh atas peluncuran dua program studi magister baru King’s College London (KCL) Singhasari, Kabupaten Malang, yakni LLM Digital Law dan MSc Advanced Cyber Security pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa inisiatif institusi pendidikan global asal Inggris di kawasan Singhasari ini merupakan langkah strategis dalam memasok kebutuhan sumber daya manusia (SDM) berkualitas tinggi. Peningkatan kompetensi ini dinilai tidak hanya mendesak bagi kebutuhan regional Jawa Timur, melainkan telah menjadi benteng pertahanan vital berskala nasional.
“Meskipun tempatnya di Singhasari, Malang, Jawa Timur, ini sebenarnya merupakan kebutuhan bangsa dan negara Indonesia. Kita harus memproteksi data dan keamanan, baik keamanan nasional, perbankan maupun sektor swasta,” tegas Khofifah di Kabupaten Malang.
Data BSSN: 1,52 Miliar Serangan Siber dan Kemitraan Pentahelix
Urgensi penyiapan pakar keamanan digital ini berbanding lurus dengan paparan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang dirilis dalam forum tersebut. BSSN mencatat Indonesia dihantam sekitar 5,5 miliar anomali serangan siber sepanjang tahun 2025. Tren kerentanan tersebut berlanjut signifikan pada tahun 2026, di mana pada rentang 1 Januari hingga 15 April 2026 saja telah tercatat mencapai sekitar 1,52 miliar serangan.
Menurut Khofifah, realitas ancaman tersebut menuntut akselerasi kerja sama multipihak yang memadukan sektor pendidikan tinggi, riset, teknologi, jajaran pemerintah, dan entitas industri.
“Program ini menunjukkan bagaimana kolaborasi bisa menjadi kemitraan jangka panjang yang membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Timur,” imbuh Gubernur.
Senada dengan Gubernur, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib turut menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan KCL menempatkan kampus internasionalnya di Kabupaten Malang.
“Pemerintah Kabupaten Malang mendukung program ini. Selamat atas dibukanya dua program studi magister baru dan terima kasih karena Kabupaten Malang dipilih sebagai tempat pengembangan program pendidikan ini,” ujar Lathifah.
Skema Perkuliahan: Dukungan LPDP dan Kuota Perdana September 2027
Penjelasan teknis kurikulum dipaparkan langsung oleh University Rector for Indonesia and Southeast Asia KCL, Prof. Simon Tanner. Ia menerangkan bahwa kurikulum MSc Advanced Cyber Security dirancang secara komprehensif dengan memadukan pendalaman teoretis dan penguasaan taktis lapangan.
Mahasiswa tidak hanya dilatih membangun benteng proteksi sistem komputasi terhadap potensi intrusi, melainkan dipersiapkan secara militan dalam merespons insiden penembusan data ketika pertahanan berhasil dibobol peretas.
“Para mahasiswa inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin masa depan dalam bidang keamanan siber tingkat lanjut untuk Indonesia, menggunakan keahlian mereka untuk membantu melindungi masyarakat serta organisasi di Indonesia,” papar Prof. Simon Tanner.
Program magister tersebut secara spesifik menyasar lulusan atau profesional yang telah mengantongi latar belakang disiplin ilmu komputer. Angkatan pertama MSc Advanced Cyber Security dijadwalkan memulai perkuliahan resmi pada September 2027 dengan dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Pada angkatan rintisan ini, KCL Singhasari memproyeksikan daya tampung sekitar 20 hingga 30 mahasiswa, yang nantinya akan ditingkatkan kapasitasnya secara gradual.
Rencana Short Course untuk Korporasi dan Industri
Selain menyelenggarakan jenjang pendidikan formal tingkat strata dua, KCL Singhasari tengah menggodok opsi pembukaan program kursus singkat (short course). Skema ini ditujukan khusus bagi delegasi korporasi maupun institusi publik yang ingin meningkatkan kematangan mitigasi keamanan digital secara cepat tanpa harus mengambil jalur master penuh.
Peresmian prodi LLM Digital Law yang berfokus pada ranah regulasi teknologi serta MSc Advanced Cyber Security yang berorientasi teknis ini mengukuhkan kawasan Singhasari sebagai hub integrasi riset hukum digital dan ketahanan sistem informasi nasional.












