Jakarta, Jatim Mandiri
Jenderal Pol Suyudi Ario Seto resmi menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dengan agenda awal konsolidasi internal, serta melanjutkan kebijakan yang dinilai baik. Dalam kepemimpinan baru itu, Suyudi juga menegaskan perlindungan terhadap aksi damai dan penggunaan kekuatan secara sah, terukur, proporsional, serta dapat dipertanggungjawabkan, di Jakarta.
Kamis (1/10), Suyudi mengatakan konsolidasi internal menjadi langkah awal setelah menerima amanah sebagai Kapolri. Ia akan mempelajari berbagai terobosan yang telah dilakukan pemimpin sebelumnya untuk menentukan kebijakan yang perlu dilanjutkan dan diperbaiki.
“Kami akan melihat hal-hal yang mungkin masih bisa ditindaklanjuti dan masih cukup baik kita akan lanjutkan, dan yang masih perlu diperbaiki kita akan perbaiki,” ujar Suyudi seperti dikutip Antara.
Saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di DPR, Suyudi menyampaikan pandangannya mengenai tugas kepolisian dalam mengawal aksi unjuk rasa. Menurut Suyudi, unjuk rasa merupakan bagian dari demokrasi sehingga peserta aksi yang berlangsung damai harus mendapat perlindungan. Sementara tindakan kekerasan perlu ditindak berdasarkan perilaku dan bukti.
“Unjuk rasa harus dilayani dan diamankan sebagai bagian dari demokrasi. Peserta damai dilindungi, tindakan kekerasan ditindak berdasarkan perilaku dan bukti,” katanya.
Ia menegaskan penggunaan kekuatan oleh anggota Polri harus dilakukan secara sah, terukur, proporsional, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Suyudi juga menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas penegakan hukum seiring penerapan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026.
Menurut dia, kebijakan tersebut memperkuat profesionalitas, proporsionalitas, transparansi, akuntabilitas, netralitas politik, pengawasan, pendidikan, HAM, dan demokrasi humanis. Dalam penegakan hukum, Suyudi menyebut Polri akan memperkuat harmonisasi SOP penyidikan, pelatihan berbasis kasus, scientific crime investigation, digital forensics, chain of custody, supervisi, serta sistem informasi perkara yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam sistem peradilan pidana. Polri, Kejaksaan, Pengadilan, Pemasyarakatan, dan lembaga terkait tetap menjalankan fungsi masing-masing dengan koordinasi dan interoperabilitas yang lebih baik.
Pergantian kepemimpinan itu mendapat apresiasi dari Listyo Sigit. Mantan Kapolri itu menyebut Suyudi sebagai sosok pekerja keras, kreatif, dan memiliki integritas. “Saya mengenal beliau adalah seorang pekerja keras dan tentunya banyak kreativitas, serta integritas,” ujar Listyo.
Listyo berharap Suyudi mampu membawa Polri menjadi institusi yang semakin baik dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Kita titipkan kepada beliau untuk menjaga amanah besar sebagai pimpinan Polri untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Suyudi kemudian menyampaikan apresiasi kepada Listyo atas bimbingan yang diberikan selama perjalanan kariernya. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Listyo Sigit Prabowo yang telah membimbing dan juga memberikan banyak hal dalam karir kami ya, sehingga kami bisa di titik ini,” ungkap Suyudi.
Suyudi resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10). Setelah mengucapkan sumpah jabatan, Suyudi menandatangani berita acara pengangkatan sumpah jabatan. Prabowo kemudian menyematkan langsung tanda pangkat jenderal bintang 4. Prabowo juga menyerahkan tongkat komando ke Suyudi. Kini, Suyudi resmi menyandang pangkat jenderal. (*/ibn)












