Dalam Negeri

CSR Perusahaan Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

CSR Perusahaan Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria menyampaikan sambutan dalam acara CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Award 2026 di Kantor Kemendes, Jakarta, Senin (28/9/2026)
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dinilai dapat menjadi pengungkit ekonomi desa jika diarahkan pada penguatan usaha lokal dan peningkatan kapasitas masyarakat. Pemerintah mendorong perusahaan tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi menjadikan desa sebagai mitra yang mampu tumbuh mandiri dan berdaya saing.

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria mengatakan keterlibatan dunia usaha penting untuk mempercepat pembangunan desa yang berkelanjutan. Menurut dia, desa harus ditempatkan sebagai pelaku utama, bukan sekadar penerima manfaat.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Perusahaan menjadikan desa sebagai bagian penting dari strategi berkelanjutan mereka agar desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi subjek utama yang tumbuh mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Ariza dalam acara CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Award 2026 di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Senin.

Menurut Ariza, pembangunan desa tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi dengan dunia usaha diperlukan untuk memperluas akses terhadap modal, pengetahuan, teknologi, hingga pasar.

Sejumlah program CSR, kata dia, telah memberikan dampak melalui penguatan ekonomi lokal, pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pembangunan sarana dan prasarana.

“Banyak desa yang telah merasakan manfaatnya melalui penguatan ekonomi lokal, pengembangan desa, UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pembangunan sarana dan prasarana yang mendukung kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ariza menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar program pemberdayaan menghasilkan dampak ekonomi yang lebih nyata. Ketika usaha masyarakat berkembang, pendapatan dan daya beli meningkat sehingga mendorong aktivitas perdagangan di tingkat desa.

“Jadi Bapak/Ibu, kalau usahanya maju, daya beli meningkat. Kalau daya beli meningkat, supply dan demand meningkat, meningkatkan daya beli,” ujarnya.

Baca Juga  Verifikasi Bansos Kini Cuma 5 Menit Berkat Digitalisasi

Pemerintah berharap kontribusi dunia usaha melalui CSR terus diarahkan pada program yang produktif, termasuk pengembangan UMKM dan penciptaan lapangan kerja. Dengan pola tersebut, CSR berpotensi menjadi bagian dari rantai ekonomi desa yang memperkuat pendapatan masyarakat sekaligus memperluas basis pertumbuhan ekonomi daerah.

CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2026 diselenggarakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama Indonesia Sustainability Social Forum (ISSF) sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan yang berkontribusi dalam pembangunan desa.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *