Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Komisi D DPRD Sidoarjo mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menambah anggaran fasilitas pendidikan dalam rancangan APBD 2027. Fokus anggaran diminta diarahkan pada pemerataan sarana sekolah, terutama di wilayah pinggiran yang masih mengalami keterbatasan fasilitas.
Desakan tersebut disampaikan dalam rapat kerja Komisi D DPRD Sidoarjo bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengevaluasi serapan anggaran sektor pendidikan hingga triwulan ketiga 2026.
Legislatif menilai tambahan anggaran diperlukan untuk mempercepat digitalisasi ruang kelas, pembaruan laboratorium, serta perbaikan ruang kelas yang rusak. Pemerataan fasilitas dinilai penting agar proses pembelajaran berjalan tanpa kesenjangan antarwilayah.
Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso mengatakan masih terdapat perbedaan fasilitas pendidikan antara wilayah pusat kota dan kawasan pinggiran.
“Kami melihat langsung di lapangan, masih ada disparitas fasilitas sekolah yang cukup lebar antara wilayah pusat kota dan wilayah pinggiran Sidoarjo. Di kota sarana digitalnya lengkap, sementara di pinggiran untuk akses laboratorium komputer saja masih terbatas. Kesenjangan ini harus dituntaskan tahun depan. Oleh karena itu, pada APBD 2027 kami minta Pemkab memprioritaskan pemenuhan infrastruktur digital dan renovasi ruang kelas di wilayah pinggiran agar mutu kualitas belajar-mengajar merata,” tegas Bangun Winarso, Senin (28/9/2026).
Menurut dia, pemerataan sarana menjadi salah satu faktor pendukung pelaksanaan pembelajaran berbasis digital dan penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah.
Dukungan terhadap usulan tersebut disampaikan Dewan Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Perwakilan Dewan Pendidikan, Drs. Sugiono, M.Pd., mengatakan ketersediaan fasilitas fisik menjadi salah satu fondasi pembelajaran modern.
“Kami sangat mendukung keseriusan Komisi D DPRD Sidoarjo. Realitasnya, implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat bawah sering kali terkendala karena minimnya perangkat penunjang fisik di sekolah. Guru dituntut kreatif dan berbasis digital, tetapi proyektor, komputer, dan kestabilan jaringan internetnya tidak memadai. Jika anggaran 2027 nanti benar-benar ditambah dan difokuskan ke wilayah-wilayah yang tertinggal, kami optimis kompetensi dan capaian prestasi anak-anak Sidoarjo akan naik signifikan,” ungkap Sugiono.
Dengan usulan tersebut, penganggaran pendidikan 2027 diharapkan dapat lebih fokus pada sekolah yang membutuhkan peningkatan sarana, sehingga kualitas layanan pendidikan dapat dirasakan secara lebih merata di seluruh wilayah Sidoarjo.












