BeritaJatim

Kemarau Dorong Lonjakan ISPA

Editor: ibn
×

Kemarau Dorong Lonjakan ISPA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Surabaya, Jatim Mandiri

Kasus ISPA di Jatim mencapai sekitar 1,4 juta kasus sepanjang Januari-Agustus 2026, dengan 211 ribu kasus pada Agustus. Kondisi panas dan kering selama kemarau menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai masyarakat.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Plt Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan peningkatan kasus terlihat di sejumlah wilayah, termasuk Surabaya dan Malang Raya. Menurut dia, peningkatan tersebut terjadi ketika memasuki musim kemarau.

Di Madiun, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana mencatat 21.776 kasus ISPA selama Januari-Agustus 2026. Kepala Bidang Penyediaan Layanan Kesehatan UKP-UKM Dinkes PPKB Kota Madiun Neva Chandra Suroto mengatakan kondisi kering membuat debu jalan dan partikel tanah lebih mudah beterbangan.

“Debu halus dan asap kendaraan dapat masuk lebih dalam ke saluran pernapasan dan memicu peradangan. Pada orang yang memiliki penyakit seperti asma, kondisi ini dapat memperberat keluhan,” ujarnya.

Kelompok yang banyak beraktivitas di luar ruangan menjadi salah satu kelompok yang perlu meningkatkan kewaspadaan. Di antaranya pengendara sepeda motor, pekerja lapangan, pedagang, serta masyarakat yang sering beraktivitas di luar rumah.

Risiko juga perlu diperhatikan pada kelompok rentan, seperti balita, anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat dengan asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Dinkes PPKB Kota Madiun memperkuat pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Seluruh puskesmas juga disiagakan dengan memastikan kesiapan tenaga medis, alur pemeriksaan, obat, dan masker.

Masyarakat dianjurkan menggunakan masker ketika beraktivitas di kawasan berdebu atau memiliki tingkat polusi tinggi. Kebutuhan cairan juga perlu dicukupi dan diimbangi konsumsi buah serta sayur.

Selain itu, masyarakat dianjurkan rajin mencuci tangan dan beristirahat cukup. Gejala seperti demam, batuk, dan nyeri otot perlu diperhatikan. Jika mengalami gejala serius, warga dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Langkah tersebut membantu masyarakat memperoleh penanganan sesuai kondisi dan kebutuhan medis. (*/ibn)

Example 300250
Baca Juga  Hari Koperasi ke-79, Lamongan Gelar Fun Walk Bersama 200 Mahasiswa Internasional dari 43 Negara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *