Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Di tengah dinamika politik lokal yang kian hangat, Bupati Sidoarjo Subandi mendadak jadi perbincangan usai diterpa isu kepindahan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Tak ingin spekulasi liar bergulir kian jauh, Subandi bergerak cepat menepis rumor tersebut dan menyatakannya sebagai kabar bohong alias hoaks.
Subandi menegaskan, saat ini prioritas utamanya adalah mengawal agenda pembangunan daerah demi kesejahteraan warga Sidoarjo.
Ia juga mengingatkan publik bahwa jejak politik dirinya beserta keluarga besar memiliki akar yang kuat di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Saat ditemui di ruang kerjanya, Bupati Subandi meminta masyarakat dan media agar bijak dalam menyaring informasi serta tidak terprovokasi oleh isu tak berdasar yang sengaja diembuskan pihak tertentu demi memicu keriuhan politik.
“Kabar saya pindah ke PSI itu murni hoaks dan sama sekali tidak benar. Fokus saya hari ini dan ke depan adalah bekerja menuntaskan program-program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Sidoarjo. Lagipula, sejarah politik saya dan keluarga besar ini ada di PKB, kami adalah kader PKB. Jadi saya harap masyarakat tidak terprovokasi oleh isu-isu yang sengaja dibuat untuk memperkeruh suasana,” tegas Subandi kepada Jatimmandiri.id, Minggu (27/9/2026).
Langkah sigap Bupati Sidoarjo dalam meredam spekulasi ini mendapat sorotan dari pengamat politik lokal Palenggahan Tombo Oerip, Gus Shodiq.
Ia menilai klarifikasi cepat dari kepala daerah sangat vital agar fokus pelayanan publik dan stabilitas birokrasi tidak terganggu.
Menurut Gus Shodiq, isu perpindahan partai di tingkat elite kerap dimanfaatkan sebagai strategi test the water atau sekadar memecah konsentrasi basis massa.
“Klarifikasi langsung dari Pak Subandi ini sangat penting demi menjaga kondusivitas wilayah. Isu perpindahan partai seperti ini biasanya sengaja diembuskan untuk menguji ombak (test the water) atau memecah konsentrasi pendukung. Dengan menegaskan statusnya sebagai kader PKB dan komitmennya pada pembangunan Sidoarjo, beliau berhasil meredam kegaduhan politik dini di masyarakat,” pungkas Gus Shodiq.
Hingga berita ini diturunkan, lanskap politik dan roda pemerintahan di lingkungan Pemkab Sidoarjo terpantau tetap kondusif, dengan seluruh jajaran aparatur yang terus fokus menyelesaikan target program kerja akhir tahun.












