Surabaya, Jatimmandiri.id-Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia berhasil merebut medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah menundukkan China pada partai final di Ichinomiya, Aichi, Jepang, Kamis.
Kemenangan Indonesia terasa semakin istimewa karena ditentukan oleh tunggal putra Mohammad Zaki Ubaidillah.
Pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed tersebut tampil pada partai kelima dan berhasil mengalahkan wakil China, Weng Hongyang, dua gim langsung dengan skor 23-21, 21-13.
Hasil tersebut memastikan Indonesia mengakhiri pertandingan final dengan kemenangan sekaligus membawa pulang medali emas nomor beregu putra.
“Pastinya sangat senang dan bangga juga, alhamdulillah bisa diberi kemenangan tanpa cedera juga. Sempat tertinggal 0-2, tapi tidak mau memikirkan yang negatif terlebih dulu,” ujar Ubed seusai pertandingan.
Pertandingan final berlangsung selama kurang lebih enam jam. Ubed yang tampil sebagai pemain terakhir mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Ketenangan menjadi salah satu kunci keberhasilan pemain muda tersebut menghadapi tekanan dalam laga penentuan.
Sejak awal pertandingan, Ubed tampil agresif dan berusaha mengendalikan permainan. Sebaliknya, Weng Hongyang beberapa kali melakukan kesalahan sendiri sehingga memberikan kesempatan kepada Ubed untuk mengamankan poin-poin penting.
Ubed juga mengaku sempat merasakan ketegangan karena tampil sebagai penentu kemenangan tim. Namun, ia berusaha menjaga fokus dan tidak membiarkan tekanan memengaruhi permainan.
“Kalau ketegangan pasti ada, awal-awal sempat tegang juga. Saya terus meyakinkan diri sendiri untuk tetap tenang di lapangan, pelatih juga memberikan keyakinan buat saya,” ungkapnya.
Putra Sampang, Pernah Dibina PBSI Jatim
Keberhasilan Ubed di panggung Asian Games 2026 turut menjadi kebanggaan bagi Jawa Timur. Pemain kelahiran Sampang, Madura, 26 Juni 2007, tersebut tercatat sebagai salah satu talenta yang berkembang melalui proses pembinaan sebelum akhirnya menembus Pelatnas PBSI.
Profil resmi PBSI mencatat Ubed berasal dari Sampang/Ketapang dan mulai masuk Pelatnas pada 2024. Sebelum menjadi bagian dari Pelatnas, perjalanan kariernya melewati sejumlah klub dan kota di Pulau Jawa.
Ubed sendiri sebelumnya juga menjadi bagian dari pembinaan dan kompetisi bulu tangkis di Jawa Timur. Kiprahnya pernah mendapat perhatian Ketua PBSI Jatim Tonny Wahyudi ketika membahas pembinaan atlet daerah.
Dalam pernyataan Tonny pada 2024, ia menyebut Ubed sebagai salah satu atlet yang memiliki keterkaitan dengan pembinaan Jatim.
“Seperti Ubed (M. Zaki Ubaidillah) dari Bangkalan, dia domisili Jawa Tengah, tapi kami tidak bisa apa-apa karena sudah didaftarkan dua tahun sebelumnya untuk PON,” kata Tonny saat itu.
Kini, Ubed telah berkembang menjadi salah satu tunggal putra Indonesia di level internasional. PBSI mencatat dirinya masuk Pelatnas pada 2024, sementara prestasinya juga terus berkembang di berbagai turnamen internasional.
Tonny yang kembali dipercaya memimpin PBSI Jatim periode 2026-2030 juga menegaskan pentingnya pembinaan atlet daerah hingga mampu menjadi jembatan menuju Pelatnas.
PBSI Jatim saat ini mendapat kepercayaan mengelola Pusat Pelatihan Nasional Wilayah (Puslatwil) Indonesia bagian timur di GOR Sudirman, Surabaya.
“Artinya, bahwa Jatim banyak melahirkan atlet-atlet nasional yang level internasional mengharumkan nama bangsa,” ujar Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran saat Musprov PBSI Jatim 2026.
Gagalkan Ambisi China
Kemenangan Indonesia atas China juga menggagalkan ambisi Negeri Tirai Bambu untuk menyandingkan gelar beregu putra dan putri Asian Games 2026.
China sebelumnya telah meraih emas pada nomor beregu putri. Namun, pada nomor beregu putra, Indonesia mampu menghentikan langkah China melalui perjuangan panjang hingga partai kelima.
Bagi Ubed, kemenangan tersebut menjadi momen penting dalam perjalanan kariernya. Tampil di pertandingan terakhir dengan posisi sebagai penentu tidak membuat pemain muda asal Sampang itu kehilangan fokus.
Ia justru mampu menunjukkan ketenangan dan kematangan permainan ketika tim Indonesia membutuhkan satu kemenangan terakhir.
Keberhasilan tersebut sekaligus mempertegas perkembangan Ubed di level internasional. Sebelum Asian Games 2026, ia telah mengoleksi sejumlah prestasi, termasuk menjadi juara Thailand Masters 2026 dan mencapai semifinal Australian Open 2026.
Kini, nama Mohammad Zaki Ubaidillah semakin berkibar. Dari Sampang, Madura, perjalanan panjangnya membawa Ubed hingga menjadi penentu emas Indonesia di panggung Asian Games.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya Sampang, sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan atlet dari daerah dapat melahirkan pemain yang mampu bersaing di level internasional.












