Intisari Berita:
- Anggota Komisi E DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso dorong Pemkot Surabaya perkuat pencegahan Influenza A berbasis ketahanan keluarga.
- Puskesmas dan kader kesehatan diminta masifkan edukasi faktor risiko cuaca ekstrem, terutama demi lindungi kelompok anak-anak.
- Warga diimbau tidak tunda pemeriksaan medis ke faskes primer saat bergejala guna cegah eskalasi keparahan penyakit.
Surabaya, Jatimmandiri id — Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim), Cahyo Harjo Prakoso, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memperkuat langkah promotif dan preventif dalam menghadapi tren peningkatan kasus influenza, termasuk varian Influenza A. Menurut Cahyo, penguatan peran terpadu antara Puskesmas, kader kesehatan, dan lingkungan keluarga menjadi kunci utama agar lonjakan kasus ini tidak bereskalasi menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang lebih luas.
Cahyo memaparkan bahwa pergeseran cuaca dan dinamika lingkungan menjadi faktor pemicu yang mempercepat penyebaran virus pernapasan di tengah masyarakat. Atas dasar itu, intervensi edukasi harus diperluas secara agresif, menyasar langsung para orang tua dan tokoh masyarakat yang berinteraksi dekat dengan keluarga.
“Ini adalah kondisi cuaca, kondisi iklim dan alam kita memang, termasuk juga beberapa hal lainnya yang mendorong adanya munculnya beberapa penyakit, salah satunya influenza,” tutur Cahyo saat memberikan pandangannya di Surabaya, Rabu (23/9/2026)
Orang Tua Sebagai Pilar Pertahanan: Kenali Faktor Risiko Sejak Dini
Dalam mitigasi kesehatan ini, Cahyo meminta jajaran Puskesmas bersama kader kesehatan di seluruh penjuru Kota Pahlawan bergerak menyisir lingkungan warga untuk menyebarkan literasi kesehatan. Pemahaman yang utuh di tingkat keluarga dinilai mampu menjadi penyaring pertama penularan virus, khususnya pada kelompok usia rentan seperti balita dan anak-anak.
“Dengan adanya kepahaman, informasi yang detail tentang hal-hal yang bisa mengakibatkan penyakit influenza ini menyebar atau timbul kepada orang tua, maka mereka akan bisa menjadi penguat ketahanan keluarga kita,” urainya.
Selain upaya preventif, kesadaran kuratif warga juga menjadi sorotan. Cahyo mengingatkan masyarakat yang sudah mulai merasakan gejala klinis flu untuk tidak menunda pemeriksaan mandiri ke fasilitas kesehatan terdekat. Puskesmas harus dimaksimalkan sebagai garda terdepan penapisan (*screening*) dan penanganan awal sebelum dirujuk ke faskes lanjutan jika dibutuhkan.
“Kalau memang sudah terkena penyakit atau terjangkit influenza itu, kami harap segera untuk berkoordinasi dan juga melakukan rujukan ke faskes-faskes yang ada, salah satunya Puskesmas,” tegasnya.
Kondisi Terkendali, Kesiapan Fasilitas Layanan Kesehatan Harus Selaras
Dorongan politisi parlemen Jatim ini mengemuka di tengah laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya yang mencatat kenaikan kasus influenza, meski secara epidemiologis statusnya dilaporkan masih dalam kondisi terkendali. Di saat bersamaan, Pemkot Surabaya memastikan kesiapsiagaan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) tetap dioptimalkan guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan penanganan rawat jalan maupun rawat inap.
Cahyo menilai, kesiapan infrastruktur medis di hilir tidak boleh berjalan sendiri tanpa diimbangi benteng pencegahan yang kukuh di hulu. Surabaya dinilai memiliki modal infrastruktur kesehatan tingkat pertama yang sangat memadai untuk memutus rantai transmisi sejak dini.
Keunggulan Jejaring Puskesmas di Kota Surabaya
Kualitas layanan faskes primer di Surabaya dipandang sebagai instrumen vital dalam mendeteksi ancaman wabah musiman secara cepat.
“Kita tahu Puskesmas Surabaya juga cukup baik, pelayanannya, fasilitasnya, SDM-nya itu sudah sangat baik,” kata Cahyo mengapresiasi kapasitas faskes primer yang ada.
Integrasi Sistem: Edukasi, Deteksi Dini, dan Penanganan Terpadu
Mengakhiri keterangannya, Cahyo berharap seluruh instrumen kesehatan di tingkat kota dapat bergerak secara padu dan berkesinambungan. Kerja kolektif yang menghubungkan edukasi publik, deteksi dini, pemeriksaan medis, hingga sistem rujukan yang responsif diharapkan mampu menciptakan rasa aman di masyarakat tanpa melonggarkan kewaspadaan bersama.
“Saya rasa banyak sekali komponen-komponen, instrumen yang dimiliki Kota Surabaya yang bisa menangkal penyebaran influenza ini menjadi lebih besar ataupun berdampak yang berbahaya bagi kondisi kesehatan anak-anak kita,” pungkas Cahyo menegaskan komitmennya terhadap perlindungan kesehatan generasi muda.












