Mojokerto, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada 23 pendonor darah sukarela yang telah secara konsisten mendonorkan darahnya sebanyak 75 kali.
Atas dedikasi kemanusiaan tersebut, para pendonor ini dijadwalkan menerima lencana penghargaan langsung dari Gubernur Jawa Timur.
Wali Kota Mojokerto sekaligus Ketua PMI Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran yang dihadapi tidak pernah menjadi penghalang untuk terus memupuk kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Karena yang paling penting adalah kepedulian dan sisi kemanusiaan kita untuk memberi, berbagi, dan menolong sesama,” katanya di sela memperingati HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) di Kota Mojokerto, Senin (21/9/2026).
Sosok yang akrab disapa Ning Ita ini menyampaikan bahwa peringatan HUT PMI yang berdekatan dengan momentum HUT Kemerdekaan RI menjadi pengingat sejarah akan pentingnya nilai kemanusiaan bagi perjalanan bangsa.
“PMI yang lahir pada 17 September 1945, satu bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan, memiliki peran besar dalam mendukung perjuangan bangsa, khususnya di bidang kemanusiaan dan kesehatan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga mengapresiasi eratnya kolaborasi antara PMI Kota Mojokerto dengan berbagai mitra strategis.
Sinergi ini terbukti ampuh dalam menjaga kestabilan pasokan darah untuk seluruh rumah sakit jaringan di wilayah Mojokerto.
“PMI Kota Mojokerto dengan kehadiran para mitra tidak pernah sampai kekurangan stok darah. Rumah sakit mana pun yang sudah bermitra dan membutuhkan darah, selalu kita upayakan tersedia. Ini adalah komitmen kita bersama,” ujarnya.
Mengenai mekanisme penganugerahan, penganugerahan bagi pendonor darah sukarela dilakukan secara bertahap.
Pendonor yang menembus angka 75 kali donor menerima penghargaan dari Gubernur Jatim.
Sedangkan pendonor yang mencapai 100 kali donor berhak atas penghargaan dari Presiden Republik Indonesia.
Tahun ini, Kota Mojokerto memperoleh alokasi kuota sebanyak 23 pendonor untuk penghargaan tingkat provinsi, meski jumlah warga yang telah memenuhi kriteria tersebut di lapangan sejatinya sudah melampaui 40 orang.
“Mohon bersabar bagi yang belum mendapatkan giliran. Semoga masih diberikan umur panjang dan kesehatan, sehingga tahun depan bisa mendapatkan kesempatan untuk memperoleh lencana secara langsung dari Ibu Gubernur Jawa Timur,” tandasnya.












