Jember, Jatimmandiri.id – Kabupaten Jember terus mengembangkan hilirisasi tembakau untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperluas daya saing produk lokal di pasar internasional. Salah satu hasilnya terlihat dari industri cerutu yang kini telah menjangkau puluhan negara.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Jember Gus Fawait saat meninjau salah satu produsen cerutu terbesar di Jember, PT Bin Cigar, Sabtu (19/9).
Gus Fawait mengatakan, saat ini sedikitnya terdapat enam pabrikan cerutu yang beroperasi di Jember. Sekitar 90 persen produksi cerutu dari daerah tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri.
“Jember kini mengukuhkan diri sebagai daerah pengisi pasar ekspor cerutu terbesar di Indonesia. Produk kita sudah menembus hampir 45 negara,” ujar Gus Fawait.
Pasar cerutu Jember telah menjangkau berbagai kawasan, mulai dari Amerika Serikat, Timur Tengah, Eropa, Tiongkok hingga negara-negara ASEAN. Pengiriman terbaru antara lain menyasar Amerika Serikat, Yunani dan Jerman.
Produk cerutu Jember juga telah dipasarkan melalui toko bebas bea atau duty free shop di sekitar 10 negara. Kondisi tersebut menunjukkan perkembangan industri hilir tembakau yang tidak lagi berhenti pada komoditas mentah.
“Pencapaian ini membuktikan bahwa hilirisasi tembakau di Jember berhasil mengubah komoditas mentah menjadi produk bernilai jual tinggi,” katanya.
Di sisi lain, Pemkab Jember menaruh perhatian terhadap keberlangsungan dan kesejahteraan petani tembakau. Hal ini dinilai penting karena harga tembakau kerap mengalami fluktuasi mengikuti dinamika pasar.
Pemerintah daerah telah memberikan sejumlah bentuk perlindungan sosial kepada petani, di antaranya jaminan kesehatan dan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab Jember juga berencana memberikan bantuan sarana pendukung pertanian untuk memperkuat produktivitas petani.
Menurut Gus Fawait, pengembangan tembakau merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat komoditas unggulan Jember. Selain cerutu, daerah tersebut memiliki kopi, edamame, cokelat serta berbagai produk kerajinan yang dihasilkan pelaku UMKM.
“Pemkab bertekad untuk terus mendampingi serta memfasilitasi ekspansi pasar bagi seluruh komoditas unggulan tersebut,” pungkasnya.
Langkah hilirisasi dan perluasan pasar tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai jual produk, tetapi juga memperkuat mata rantai ekonomi daerah, mulai dari petani, industri pengolahan hingga pelaku usaha yang terlibat dalam pemasaran produk Jember ke pasar global.












