Miring Lalu Tenggelam Tak Sampai Lima Menit
Surabaya, Jatim Mandiri
Tim SAR gabungan terus mencari 129 orang setelah KM Virgo Transport 8 terbalik dalam pelayaran Surabaya–Banjarmasin, Selasa (15/9). Pencarian dilakukan melalui udara dan permukaan sambil menunggu cuaca memungkinkan operasi penyelaman di Laut Jawa.
Berdasarkan manifes, kapal tersebut membawa 243 orang. Jumlah itu terdiri atas 213 penumpang dan 30 awak. Hingga Selasa siang, sebanyak 108 orang ditemukan selamat dan enam lainnya meninggal dunia. Sehingga masih ada 129 orang dalam pencarian.
Sekitar 1.100 personel dikerahkan dalam operasi hari ketiga. Mereka didukung 17 kapal serta 10 pesawat dan helikopter untuk menyisir lokasi kejadian dan kawasan sekitarnya.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan gelombang masih berkisar 1,75 hingga 2,5 meter. Kondisi itu membatasi pencarian bawah air dan meningkatkan risiko keselamatan penyelam.
Tim khusus Basarnas bersama TNI AL terus memantau kondisi cuaca sebelum memulai penyelaman. Operasi bawah air akan melibatkan penyelam berkemampuan khusus apabila keadaan dinilai aman.
Kapal Canopus juga disiapkan dengan drone bawah air, alat pemetaan multibeam echo-sounder, dan remotely operated vehicle. Peralatan itu membantu pemeriksaan sasaran dalam kondisi arus kuat dan jarak pandang terbatas.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan pencarian tetap diarahkan untuk menemukan penyintas. “Kami tentu masih berharap menemukan korban dalam keadaan hidup,” katanya.
Menurut Syafii, posisi kapal yang tidak stabil menjadi tantangan bagi penyelam. Rongga udara dan ruang kosong dikhawatirkan membuat kapal bergerak secara tiba-tiba.
Kapal dilaporkan berada pada kedalaman sekitar 30 meter. Tim juga mempertimbangkan cara mengembalikan posisi kapal dan kemungkinan mengangkatnya setelah kajian keselamatan selesai.
Sementara itu, Basarnas memperluas wilayah pencarian menjadi sekitar 4.600 mil laut persegi. Luasan itu berarti hampir dua kali lipat dibandingkan sebelumnya. Perluasan dilakukan untuk mengantisipasi korban terbawa arus dari titik kejadian.
Seperti diberitakan, KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9). Kapal kemudian dilaporkan terbalik setelah menghadapi cuaca buruk pada Minggu dini hari.
Cuaca buruk menjadi salah satu kondisi yang dilaporkan menjelang kejadian. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi otoritas terkait.
Akmal salah satu ABK KM Virgo yang selamat, mengungkapkan kapal tiba-tiba miring dan tenggelam cepat sebelum lima menit. “Saya lagi tidur, pas bangun kapal sudah miring. Saya lari ke kamar, ambil pelampung, terus lompat ke laut,” kata Akmal saat ditemui Antara usai berhasil dievakuasi pada operasi SAR hari ketiga dan mendarat di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9).
Menurut Akmal, kapal masih normal sebelum dirinya tertidur. “Pas tenggelam enggak lama, enggak sampai lima menit kapal tenggelam,” ungkapnya. Dia juga mengaku sempat mendengar alarm seiring karamnya kapan itu. “Saat kapal mulai terbalik saya melihat banyak orang melompat ke laut untuk menyelamatkan diri, orang-orang itu masih hidup saat sudah di air,” katanya.
Akmal merupakan salah satu dari 22 korban selamat yang berhasil dievakuasi kemarin (15/9). Sementara itu, Penanganan keluarga korban juga berlangsung di Surabaya. Tim Disaster Victim Identification Polda Jatim telah menghimpun 43 data antemortem dan mengambil 13 sampel DNA keluarga inti.
Data tersebut akan dipadukan dengan informasi dari daerah lain untuk membantu proses identifikasi. Pengambilan sampel DNA dilakukan di posko DVI Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Di tengah operasi besar tersebut, lima awak kapal berhasil bertahan sekitar sembilan jam dengan berpegangan pada tabung elpiji tiga kilogram yang mengapung. Mereka kemudian ditemukan dalam keadaan selamat.
Operasi melibatkan Basarnas, TNI, kepolisian, penjaga pantai, pemerintah daerah, dan kapal-kapal yang melintas. Upaya terpadu itu terus dilanjutkan untuk menemukan korban serta memberikan kepastian kepada keluarga. (*/ibn)












