HeadlineOlahraga

Zverev Rebut Gelar US Open 2026, Kalahkan Shelton di Final

Penulis: redaksiEditor: Eko Yudiono
×

Zverev Rebut Gelar US Open 2026, Kalahkan Shelton di Final

Sebarkan artikel ini
Alexander Zverev menjuarai US Open 2026 setelah mengalahkan Ben Shelton 6-3, 7-6(2), 5-7, 6-2 pada final di New York.
Example 468x60

Jatimmandiri.id-Alexander Zverev berhasil menutup rangkaian Grand Slam 2026 dengan gemilang. Petenis Jerman itu merebut gelar US Open 2026 setelah mengalahkan wakil tuan rumah, Ben Shelton, dalam pertandingan final di Arthur Ashe Stadium, New York, Senin (14/9/2026) WIB.

Zverev menang dalam empat set dengan skor 6-3, 7-6(2), 5-7, 6-2. Gelar tersebut menjadi trofi Grand Slam kedua bagi Zverev pada musim 2026 setelah sebelumnya menjuarai Roland Garros pada Juni.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Capaian itu sekaligus menempatkan Zverev sebagai petenis putra keempat pada era Open yang mampu meraih dua gelar Grand Slam pertamanya dalam satu musim.

“Saya ingin berterima kasih kepada tim saya. Kami melewati 30 tahun tanpa memenangi gelar Grand Slam dan sekarang kami memenangi dua gelar dalam rentang tiga bulan,” kata Zverev dalam seremoni penyerahan trofi, dikutip dari ATP.

Sejak awal pertandingan, Zverev tampil tenang dan solid. Ia mampu meredam permainan agresif Shelton dengan pengembalian bola yang dalam dan akurat. Kondisi itu membuat Shelton kesulitan mengembangkan permainan, terutama ketika reli berlangsung panjang.

Shelton sebenarnya mengandalkan servis keras dan permainan menyerang. Namun, petenis Amerika Serikat tersebut tidak mampu menemukan ritme terbaiknya.

Dua kesalahan ganda Shelton pada set pertama bahkan terjadi ketika ia menghadapi break point. Situasi tersebut dimanfaatkan Zverev untuk merebut set pembuka dengan skor 6-3.

Memasuki set kedua, Shelton mencoba mengubah strategi. Ia lebih sering maju ke depan untuk mengganggu pola permainan Zverev. Namun, petenis peringkat kedua dunia itu tetap mampu menjaga tekanan hingga set harus ditentukan melalui tie-break.

Zverev langsung mengambil kendali dalam tie-break. Ia melaju 5-0 sebelum akhirnya menutup set kedua dengan kemenangan 7-2.

Baca Juga  Bagas Maulana/Apriyani Rahayu Tembus Perempat Final Polytron Surabaya International Challenge 2026

Shelton tidak menyerah. Pada set ketiga, ia mulai menemukan kembali permainan terbaiknya. Beberapa kesalahan yang dilakukan Zverev membuka peluang bagi Shelton untuk bangkit.

Pada gim ke-12, Shelton mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk merebut set ketiga dengan skor 7-5. Kemenangan itu sekaligus menghidupkan harapan petenis berusia 23 tahun tersebut untuk membalikkan keadaan.

Namun, momentum Shelton tidak bertahan lama.

Zverev langsung melakukan break pada gim pembuka set keempat. Setelah itu, ia kembali mengendalikan pertandingan dari kedua sisi lapangan.

Zverev semakin sulit dihentikan di penghujung laga. Ia memenangi 12 dari 14 poin terakhir untuk memastikan kemenangan dalam pertandingan yang berlangsung selama tiga jam 33 menit.

Setelah pertandingan, Zverev memberikan apresiasi kepada Shelton yang tampil dalam final Grand Slam pertamanya.

“Ben, kamu adalah pemain dan pribadi yang luar biasa. Ini final Grand Slam pertamamu, tetapi saya sudah mengatakan kepadamu bahwa kamu akan kembali ke sini berkali-kali,” ujar Zverev kepada Shelton.

Gelar US Open menjadi puncak kebangkitan Zverev setelah melalui periode sulit dalam kariernya. Pada awal 2025, ia harus menerima kekalahan dari Jannik Sinner pada final Australian Open. Kekalahan tersebut menjadi kegagalan ketiganya dalam final Grand Slam.

Pada musim 2026, Zverev kembali menunjukkan konsistensi. Ia mencapai semifinal Australian Open sebelum akhirnya memecahkan kebuntuan dengan menjuarai Roland Garros.

Lima pekan setelah keberhasilannya di Paris, Zverev kembali melaju ke final Wimbledon. Kini, ia menutup seluruh rangkaian Grand Slam 2026 dengan trofi US Open.

“Saya rasa Tuhan melihat betapa keras kami bekerja, seberapa besar penderitaan yang kami alami dan seberapa banyak rasa sakit yang kami lalui. Saya pikir 2026 adalah hasil dari semua tahun yang terjadi sebelumnya,” kata Zverev.

Baca Juga  Swiatek Juara National Bank Open 2026, Kalahkan Rybakina di Final

Sementara itu, kekalahan tersebut membuat Shelton kembali harus menunda ambisinya menjadi petenis putra Amerika Serikat pertama yang menjuarai Grand Slam tunggal sejak Andy Roddick pada 2003.

Shelton juga gagal mengikuti jejak Arthur Ashe sebagai petenis pria keturunan Afrika-Amerika kedua yang mampu menjuarai Grand Slam.

Meski gagal menjadi juara, perjalanan Shelton di US Open 2026 tetap menghasilkan pencapaian penting. Ia akan menempati peringkat tertinggi dalam kariernya, yakni posisi keempat ATP Rankings pada Senin.

Sebelumnya, Shelton membuat kejutan besar dengan menyingkirkan juara bertahan Carlos Alcaraz pada perempat final.

Di sisi lain, keberhasilan Zverev mengangkat trofi US Open semakin memperbesar peluangnya merebut posisi nomor satu dunia pada akhir tahun.

Dalam ATP Live Race To Turin sementara, Zverev kini unggul 700 poin atas Sinner. Persaingan menuju posisi teratas dunia pun semakin menarik menjelang berakhirnya musim 2026.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Tiga Menko, Kapolri, Menlu hingga sejumlah kepala lembaga berganti posisi *   Jakarta, Jatim Mandiri Tampilkan Gambar PRESIDEN Prabowo Subianto…

Berita

Aichi, Jatim Mandiri Kesuksesan Nurisa Dian Ashrifah mengukir sejarah dengan meraih emas pertama Indonesia dari panahan di Asian Games langsung…

Berita

Aichi, Jatim Mandiri Kontingen Indonesia harus puas dengan tambahan satu emas dari tiga partai final pada Asian Games 2026, Kamis…