Edu-Life & Sport

AMN Surabaya Kukuhkan 200 Mahasiswa, 305 Lulusan Dilepas

Penulis: Hari Agung Editor: Ayn
×

AMN Surabaya Kukuhkan 200 Mahasiswa, 305 Lulusan Dilepas

Sebarkan artikel ini
Khofifah Indar Parawansa secara resmi mengukuhkan Mahasiswa Angkatan V Tahun 2026 sekaligus melepas Wisuda Pertama, Mahasiswa Penerima (AMN) Surabaya.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id –  Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya mengukuhkan 200 mahasiswa Angkatan V Tahun 2026 sekaligus melepas 305 lulusan pada wisuda perdana penerima beasiswa AMN. Prosesi bertajuk “Simfoni Kebinekaan” tersebut berlangsung di Surabaya, Sabtu (12/9).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir dalam agenda tersebut. Bersama Ketua Senat AMN Surabaya, Khofifah menyematkan jas almamater kepada empat mahasiswa yang mewakili Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan UPN “Veteran” Jawa Timur.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sebanyak 305 mahasiswa dinyatakan menyelesaikan pendidikan. Mereka terdiri atas 124 lulusan UPN Veteran Jawa Timur, 85 lulusan Unesa, 50 lulusan ITS, dan 46 lulusan Unair.

Sebagian wisudawan tidak dapat menghadiri prosesi karena telah melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dengan beasiswa maupun sudah memasuki dunia kerja.

Khofifah menilai keberadaan AMN bukan hanya menyediakan tempat tinggal bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan generasi muda dari berbagai daerah untuk membangun karakter kebangsaan.

“Alhamdulillah kita hari ini melepas 305 mahasiswa AMN Surabaya, namun tidak semua bisa hadir karena ada yang sudah mendapat beasiswa S2 dan telah bekerja. Lewat AMN ini kita berharap akan terbangun mutual trust dan mutual respect di antara semuanya. Sebenarnya kita ini sedang merakit Indonesia melalui pendekatan intelektualitas anak muda dari Sabang sampai Merauke,” tutur Khofifah.

Menurut dia, pembentukan karakter dan penanaman nilai kebangsaan menjadi modal penting dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Mahasiswa AMN Surabaya luar biasa. Mereka telah dididik, dibina, dan dibangun karakter ke-Indonesiaannya. Mudah-mudahan ini menjadi penguat, fondasi untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia Emas 2045,” sambung Gubernur Jatim.

Wakil Kepala Badan Intelijen Negara Republik Indonesia, Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Imam Sugianto, mengatakan AMN memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan sosial dan integrasi bangsa.

Baca Juga  KIP Kuliah 2027 Dapat Tambahan Rp1,2 Triliun

“AMN Surabaya adalah kawah candradimuka yang mengusung misi besar untuk merawat ketahanan sosial dan integrasi bangsa sejak dini. Hari ini adalah satu momentum untuk menyambut generasi baru, satu langkah untuk melepas mereka yang telah bertumbuh, satu komitmen untuk meneruskan perjalanan,” ungkapnya.

Kawah Candradimuka Penjaga Integrasi Bangsa

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Badri Munir Sukoco berpesan agar mahasiswa menjadikan ilmu, integritas, keberanian, dan kebermanfaatan sebagai pegangan.

“Bawalah ilmu sebagai bekal, integritas sebagai kompas, keberanian sebagai langkah, dan kebermanfaatan sebagai tujuan,” pesan Badri Munir.

Dari 200 mahasiswa baru Angkatan V, masing-masing 50 mahasiswa berasal dari UPN “Veteran” Jawa Timur, Unair, ITS, dan Unesa. Mereka merupakan mahasiswa berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik pada tingkat nasional hingga internasional.

Para mahasiswa tersebut berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Namun, empat provinsi belum memiliki perwakilan dalam angkatan ini, yakni Sulawesi Tenggara, D.I. Yogyakarta, Maluku Utara, dan Kalimantan Barat.

AMN Surabaya merupakan program strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI yang mempertemukan mahasiswa dari empat perguruan tinggi negeri mitra. Program tersebut diarahkan untuk membentuk generasi intelektual yang memiliki kompetensi sekaligus karakter kebinekaan dan kebangsaan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *