Jatim

Sungai Kalikoso Menghitam dan Ikan Mati, Warga Kaliboto Nekat Cor Saluran Limbah B3

Penulis: Iskandar Zulkarnaen Editor: Alif Bintang
×

Sungai Kalikoso Menghitam dan Ikan Mati, Warga Kaliboto Nekat Cor Saluran Limbah B3

Sebarkan artikel ini
Warga bergotong-royong menutup dan menyemen saluran pembuangan yang mengalirkan limbah langsung ke Sungai Kalikoso.
Example 468x60

Kediri, Jatimmandiri.id – Aliran Sungai Kalikoso di Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kediri, berubah warna menjadi hitam pekat dan memancarkan bau menyengat.

Pencemaran parah ini mengakibatkan puluhan ikan milik warga serta biota sungai mati mengapung pada Sabtu (12/9/2026).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Dugaan kuat mengarah pada pembuangan limbah dari aktivitas pencucian wadah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang beroperasi di sekitar lokasi.

Perubahan drastis kondisi air sungai dari jernih menjadi keruh dan beracun ini memicu kekhawatiran besar masyarakat terhadap ancaman kesehatan serta kerusakan sumber air pertanian.

Puncak kemarahan warga menelurkan aksi nekat di lapangan. Demi mencegah luapan zat berbahaya meluas, warga bergotong-royong menutup dan menyemen saluran pembuangan yang mengalirkan limbah langsung ke Sungai Kalikoso.

Langkah tegas ini diambil warga sebagai upaya terakhir untuk melindungi ruang hidup dan sumber air bersih mereka.

“Kami tidak bisa lagi diam melihat Kalikoso mati. Airnya hitam, baunya menyengat, ikan mati semua. Tanah dan sumur kami terancam. Hari ini kami sepakat menutup dan menyemen saluran itu agar tidak ada lagi racun yang masuk ke sungai kami. Ini satu-satunya cara menyelamatkan sisa lingkungan desa kami,” ujar Syaifuddin, warga setempat.

Pencemaran limbah B3 di ekosistem perairan membawa dampak fatal. Selain merusak kualitas air secara permanen dan mematikan kehidupan biota sungai, zat beracun tersebut berpotensi tinggi meresap ke dalam tanah dan mencemari sumur-sumur yang menjadi tumpuan hidup warga sekitar.

Masyarakat menuntut kejelasan legalitas serta status operasional tempat pencucian drum B3 tersebut.

Warga mendesak instansi pemerintah dan aparat terkait untuk segera menginvestigasi sumber pencemaran serta menindak tegas pihak pengelola sesuai hukum lingkungan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, kegiatan di tempat pencucian wadah B3 tampak terhenti setelah jalur pembuangannya ditutup paksa. Situasi di sekitar lokasi masih diselimuti ketegangan namun berada dalam pantauan warga setempat.

Example 300250
Baca Juga  Kejurkab Pencak Silat Banyuwangi Bidik Atlet Popda dan Piala Gubernur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Puluhan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) masih bertahan di Jalan Jagir Wonokromo,…

Berita

Pasuruan, Jatim Mandiri DPRD Kabupaten Pasuruan menggelar Paripurna III untuk mendengarkan jawaban pemerintah atas pandangan fraksi terhadap lima Raperda Non-APBD…

Berita

Malang, Jatim Mandiri Polres Malang melibatkan Bhabinkamtibmas di tingkat desa untuk mendukung ketahanan pangan melalui pendampingan petani dan pemantauan lahan…

Berita

Malang, Jatim Mandiri Pemkot Malang masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab perubahan warna air Sungai Brantas di Mergosono,…