Dalam Negeri

Khofifah Bangga SMK Jatim Tembus WSC Shanghai

Penulis: AyundaEditor: Ayunda
×

Khofifah Bangga SMK Jatim Tembus WSC Shanghai

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi ucapan selamat kepada tujuh talenta SMK yang akan mewakili Jawa Timur menembus WSC Shanghai.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id –  Tujuh talenta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jawa Timur masuk dalam 21 kandidat kompetitor Indonesia yang dipersiapkan mengikuti WorldSkills Competition (WSC) Shanghai 2026, 22-27 September. Jumlah tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai daerah penyumbang kandidat terbanyak, mencapai sepertiga dari total kandidat Indonesia.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut capaian tersebut dengan bangga. Menurutnya, prestasi itu menjadi bukti kualitas pendidikan vokasi di Jawa Timur terus berkembang dan mampu bersaing hingga tingkat internasional.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Alhamdulillah. Kami tentu bersyukur dan sangat bangga. Kualitas SMK Jatim terus tumbuh dan semakin terbukti melalui berbagai prestasi yang diraih,” katanya di Surabaya, Kamis.

Ketujuh talenta tersebut berasal dari sejumlah SMK di Jawa Timur. Dua di antaranya, Reno Surya Permana dan Rouf Aufa Rifqi dari SMKN 1 Jenangan Ponorogo, akan bertanding di bidang Mechatronics.

Kandidat lainnya yakni Edsel Parama Mustapa dari SMKS PGRI 3 Malang untuk Software Applications Development, Pandu Dewangga Reanata dari SMKN 1 Singosari pada Industrial Control, Muhammad Henry Akmal Muzakki dari SMKS Antartika 2 Sidoarjo pada Robot Systems Integration, Dewangga Pratama Putra dari SMKS Krian 2 Sidoarjo pada Autobody Repair, serta Tegar Eka Fitrianto dari SMKS Muhammadiyah 1 Kepanjen pada Heavy Vehicle Technology.

Khofifah menilai konsistensi Jatim menjadi Juara Umum LKS Nasional empat kali berturut-turut menunjukkan pembinaan pendidikan vokasi berjalan baik. Menurutnya, capaian tujuh kandidat tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah dan daerah, tetapi juga menunjukkan bahwa pendidikan SMK mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Karena itu, penguatan pendidikan vokasi dinilai tidak cukup hanya diarahkan pada kelulusan maupun penyerapan tenaga kerja. Talenta SMK harus dibentuk menjadi generasi yang kompeten, produktif, kreatif, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki keberanian untuk bersaing di tingkat global. WSC menjadi salah satu tolok ukur untuk melihat sejauh mana proses pembinaan tersebut mampu memenuhi standar kompetensi dunia.

Baca Juga  Khofifah Kukuhkan Hasoloan Manalu sebagai Kepala BPKP Jatim, Fokus Perkuat Akuntabilitas Daerah

Kompetisi dunia tersebut tidak sekadar menguji keterampilan teknis. Peserta dituntut memiliki presisi, kecepatan, inovasi, penguasaan teknologi, disiplin, budaya kerja, kemampuan memecahkan masalah, serta memahami standar keselamatan dan kualitas kerja internasional.

“Target kita tentu memberikan hasil terbaik dan membawa pulang prestasi untuk Indonesia. Namun, saya ingin menitipkan satu hal: jangan hanya membawa pulang medali. Bawalah pulang standar dunia, pengalaman dunia, budaya kerja dunia, dan jejaring dunia untuk kemudian ditularkan kepada adik-adik di SMK Jawa Timur,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan tujuh talenta binaan SMK Jatim menembus kompetisi keterampilan dunia menunjukkan hasil pembinaan yang konsisten.

“Konsistensi menjadi Juara Umum LKS Nasional empat kali berturut-turut menunjukkan bahwa pembinaan kita berjalan, kualitas sekolah semakin kuat, dan talenta-talenta SMK Jawa Timur memang memiliki daya saing untuk tampil di level nasional hingga dunia,” ujar Aries.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dalam Negeri

Surabaya, Jatimmandiri.id – Perpustakaan mulai bergerak melampaui fungsi tradisional sebagai tempat membaca. Di Jawa Timur, ruang literasi diarahkan menjadi ekosistem…