Jakarta, Jatim Mandiri
PT Jasa Marga menargetkan ruas Tol Probolinggo–Situbondo-Banyuwangi mulai beroperasi bersama sejumlah ruas tol baru pada akhir 2026 atau awal 2027. Pengoperasian tersebut diharapkan memperkuat konektivitas, pariwisata, dan kegiatan ekonomi di kawasan timur Jatim.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengatakan, ruas Probolinggo–Banyuwangi termasuk dalam jalan tol sepanjang total 62 kilometer yang sebelumnya difungsionalkan untuk mendukung mobilitas masyarakat.
“Pada akhir tahun 2026 atau awal 2027, ada 62 kilometer jalan tol yang kemarin juga digunakan sebagai bagian dari fungsional,” ujar Rivan dalam konferensi pers daring di Jakarta, sebagaimana dikutip Antara, Rabu (9/9).
Panjang 62 kilometer tersebut merupakan gabungan sejumlah ruas Tol Probolinggo–Situbondo-Banyuwangi dan Tol Yogya–Solo–Yogya–Bawen. Namun, Jasa Marga belum menjelaskan perincian panjang setiap ruas yang akan dioperasikan.
“Ini adalah keseluruhan tol baru yang akan dioperasionalkan pada akhir 2026 maupun awal 2027,” katanya.
Rencana pengoperasian Tol Probolinggo–Situbondo-Banyuwangi menjadi bagian penting dalam penguatan jaringan jalan di Jatim. Tol tersebut diproyeksikan memperlancar pergerakan masyarakat dan distribusi barang menuju kawasan timur provinsi ini.
Selain Tol Probolinggo–Situbondo-Banyuwangi, Jasa Marga akan mengoperasikan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 yang menghubungkan Ambarawa dan Bawen sepanjang 5,2 kilometer pada November 2026.
Rivan mengatakan, ruas Ambarawa–Bawen telah memasuki tahap Uji Laik Fungsi dan Operasi. Tahapan tersebut diperlukan sebelum jalan tol dibuka untuk melayani pengguna.
Kementerian Pekerjaan Umum terus mempercepat pembangunan jalan tol untuk meningkatkan konektivitas antardaerah. Infrastruktur tersebut juga diharapkan memangkas waktu perjalanan, menurunkan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal. (*/ibn)












