Sidoarjo, Jatimmandiri.id — Ancaman kebakaran lahan kosong dan tumpukan sampah meningkat drastis seiring masuknya puncak musim kemarau di Kabupaten Sidoarjo.
Fenomena cuaca panas yang disertai angin kencang memicu rentetan peristiwa kebakaran di sejumlah titik wilayah rawan.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sidoarjo, petugas harus berulang kali berjibaku memadamkan kobaran api di kawasan lahan tidur, seperti yang terjadi di Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin, serta Desa Wunut, Kecamatan Porong.
Guna menekan risiko kerugian dan dampaknya terhadap lingkungan, seluruh pos komando Pemadam Kebakaran (Damkar) yang tersebar di berbagai zona strategis disiagakan penuh untuk mempercepat waktu tanggap darurat di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sidoarjo, Binno Mariano, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan penuh ini merupakan langkah antisipatif mutlak mengingat ancaman angin kencang di musim kemarau.
“Kami menggerakkan seluruh kekuatan pos komando untuk memastikan response time sekecil ممکن, demi mengamankan pemukiman dan objek vital dari ancaman kebakaran lahan kosong yang semakin marak,” tegas Binno, Rabu (9/9/2026).
Maraknya insiden kebakaran lahan di tengah cuaca panas ekstrem ini turut menyita perhatian masyarakat sekitar yang merasakan dampak langsungnya. Subekhan (52), perwakilan warga dari wilayah rawan, memberikan tanggapannya mengenai kondisi tersebut.
“Kami sangat berharap kewaspadaan warga terus ditingkatkan, dan kami berterima kasih karena respons cepat petugas BPBD serta Damkar sangat membantu meredakan kekhawatiran warga sekitar,” pungkasnya.












