Jatim

BPBD: Semeru Erupsi, APG Nihil

Penulis: Dewi Sekar / Eni Kusmaya Editor: Ayn
×

BPBD: Semeru Erupsi, APG Nihil

Sebarkan artikel ini
BPBD Kabupaten Lumajang, menegaskan saat ini Gunung Semeru saat ini masih berstatus" Level 3 atau Siaga".
Example 468x60

Lumajang, Jatimmandiri.id – BPBD Kabupaten Lumajang memastikan aktivitas Gunung Semeru masih berupa erupsi, namun tidak disertai Awan Panas Guguran (APG). Penegasan itu disampaikan untuk meluruskan informasi di media sosial yang menyebut APG terjadi pada 6 September 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, S.Sos., mengatakan Gunung Semeru masih berstatus Level 3 atau Siaga. Berdasarkan pemantauan PVMBG pada Senin (7/9/2026) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tidak ditemukan aktivitas APG.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Status Gunung Semeru pada posisi Level 3 atau Siaga. Aktivitas kegempaan sebagaimana dirilis PVMBG pukul 00.00 hingga 06.00 tanggal 7 September 2026 tidak ada aktivitas berupa APG,” kata Isnugroho.

Dalam periode tersebut, aktivitas yang terekam meliputi letusan, hembusan, guguran, serta gempa tektonik jauh. Karena itu, BPBD membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai APG pada 6 September 2026 pukul 07.51 WIB.

“Kalau dikaitkan dengan kondisi yang ada di media sosial, bahwa pada tanggal 6 September 2026 terjadi APG pada pukul 07.51 WIB, itu tidak benar. Kalau erupsi memang ada,” tegasnya.

Isnugroho mengingatkan masyarakat agar tidak menyamakan erupsi dengan APG. Erupsi merupakan istilah umum untuk aktivitas keluarnya material atau energi dari dalam gunung api, sedangkan aktivitas kegempaan merupakan fenomena seismik yang direkam peralatan pemantauan.

“Jadi saya pastikan untuk kondisi Gunung Semeru hingga saat ini aman, aktivitas masyarakat lancar, dan tidak ada kejadian menonjol. APG atau Awan Panas Guguran nihil,” ujarnya.

Kekeringan dan Karhutla

Selain memantau Gunung Semeru, BPBD Lumajang masih menangani dampak kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla). Pemkab Lumajang menetapkan status tanggap darurat kekeringan dan karhutla mulai 10 Juli hingga 7 Oktober 2026.

Sejumlah kebakaran yang sebelumnya muncul telah berhasil dikendalikan, termasuk di Pucang Rangga dan Gajah Mungkur. Penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dilakukan bersama karena wilayahnya meliputi beberapa kabupaten.

Baca Juga  Pejabat Polda Jatim Dirotasi

“Yang berada di kawasan TNBTS itu merupakan gabungan dari beberapa kabupaten, dan per hari ini sudah bisa dikendalikan,” katanya.

BPBD juga menyatakan kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Lemongan serta Rowo Baung, Kecamatan Pronojiwo, telah berhasil dikendalikan.

Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada. Kondisi kekeringan masih meningkatkan potensi kebakaran dan bencana lainnya di sejumlah wilayah Lumajang.

“Kepada masyarakat Lumajang, termasuk diri saya, tetap waspada. Salam sehat, salam tangguh,” pungkas Isnugroho.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Hujan ringan hingga sedang mulai mengguyur sejumlah wilayah Jatim seiring Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan kekeringan…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Pemkot Surabaya memecat Imam, anggota Satpol PP yang mengakui menjanjikan pekerjaan kepada warga dengan imbalan uang pada…