Jatim

Dari Panggung Campursari, UMKM Ikut Bergeliat

Penulis: Hari Agung Editor: Ayunda
×

Dari Panggung Campursari, UMKM Ikut Bergeliat

Sebarkan artikel ini
Penampilan Guyon Maton Cak Percil CS bersama Dike Sabrina di Krembangan, Surabaya.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Pagelaran Campursari di Kampoeng Sepoloh, Morokrembangan, Krembangan, Surabaya, Rabu (2/9/2026) malam, tak sekadar menjadi hiburan bagi warga. Gelaran seni budaya yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur bersama DPRD Jatim itu sekaligus menjadi upaya menjaga seni tradisi dan menggerakkan ekonomi UMKM di tengah permukiman.

Pertunjukan yang digelar gratis dan disiarkan langsung melalui YouTube tersebut menghadirkan Guyon Maton Cak Percil CS dan penyanyi Dike Sabrina. Ribuan warga memadati lokasi, sementara pedagang UMKM di sekitar acara turut merasakan dampak dari ramainya pengunjung.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Mewakili Kepala Disbudpar Jatim, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Jatim Sadari mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Kegiatan juga terlaksana melalui kolaborasi dengan Wakil Ketua DPRD Jatim Blegur Prijanggono, S.H.

“Kegiatan ini merupakan salah satu dari upaya kami yang diinisiasi oleh DPRD Jawa Timur. Tentu mari kita mengucapkan terima kasih kepada beliaunya, Pak Blegur, yang sudah memberikan ide, support, menemani kita semua sebagai mitra dalam membangun pemajuan kebudayaan,” ungkap Sadari.

Sadari menyebut Jawa Timur memiliki posisi kuat dalam pembangunan kebudayaan nasional. Hingga 2025, Jatim berada di peringkat ketiga nasional untuk Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK), setelah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bali.

Jatim juga telah memiliki 158 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang ditetapkan secara nasional. Tahun ini, Disbudpar kembali mengajukan 77 karya budaya untuk menambah daftar kekayaan budaya yang mendapat pengakuan.

“Alhamdulillah, sidang penetapan pertama kemarin sudah lolos 12 warisan budaya takbenda kita. Kemudian kemarin, pada sidang yang kedua, kita usul dan presentasikan ada 23. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa menambah apa yang kita harapkan bersama,” beber Sadari.

Baca Juga  DPD Partai NasDem Jember Gelar Pelatihan E-KTA, Perkuat Administrasi Digital hingga Tingkat DPC Judul Lugas dan Tegas

Menurutnya, pelestarian seni waris membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Panggung kesenian di tengah masyarakat menjadi salah satu cara memberikan ruang kepada seniman untuk tampil sekaligus mengenalkan seni tradisi kepada generasi muda.

“Maka kita semua mempunyai tugas bersama, bagaimana kita bisa melestarikan seni-seni yang masuk dalam seni waris. Di dalamnya termasuk juga bagaimana seniman bisa bahagia, bisa tampil, sehingga Jawa Timur melalui Ibu Gubernur juga memberikan apresiasi kepada rekan-rekan para seniman,” tuturnya.

Selain menjaga keberlangsungan seni tradisi, kegiatan tersebut diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar. Para pelaku UMKM mendapat kesempatan memanfaatkan keramaian acara untuk meningkatkan penjualan.

“Kegiatan ini mudah-mudahan bisa menghibur kita semua, bisa memberikan manfaat tentunya, yang terpenting bisa memberikan manfaat buat kita semua. UMKM yang ada di belakang mudah-mudahan juga laris dagangannya,” harap Sadari.

Pagelaran Campursari tersebut menjadi contoh bahwa panggung budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Seni tetap hidup, sementara pelaku UMKM memperoleh ruang untuk tumbuh.
Dalam kesempatan tersebut Sadari menutup sambutan resminya dengan membacakan bait pantun khas Surabaya yang disambut riuh tepuk tangan warga:

“Surabaya kota indah berseri,

Jangan lupa mencoba rawon dan rujaknya.

Ayo nonton pergelaran seni campursari,

Bersama Guyon Maton dan Dike Sabrina.”
(har/ayn)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *