Jatim

Tepis Kabar Korban Keracunan MBG Sidoarjo Meninggal, Emil Dardak: Itu Tidak Betul

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

Tepis Kabar Korban Keracunan MBG Sidoarjo Meninggal, Emil Dardak: Itu Tidak Betul

Sebarkan artikel ini
emil dardak
Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak (dea)
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Wagub Jatim Emil Dardak menepis kabar hoaks adanya korban meninggal dunia akibat keracunan MBG di Sidoarjo.
  • Emil pantau penanganan ratusan pasien di RSUD Notopuro Sidoarjo dan pastikan suplai infus serta terapi rehidrasi aman.
  • Apresiasi diberikan kepada Pemkab Sidoarjo, tim medis, BPBD, hingga kiai ponpes atas koordinasi rujukan yang sigap.

Sidoarjo, Jatimmandiri.id — Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, membantah keras kabar burung yang menyebutkan adanya korban meninggal dunia dalam insiden keracunan pangan massal program MBG di Kabupaten Sidoarjo. Emil memastikan seluruh korban yang mengalami gejala intoksikasi saat ini tengah mendapatkan penanganan medis secara intensif di RSUD Notopuro Sidoarjo.

Kepastian tersebut disampaikan Emil saat meninjau langsung para pasien di RSUD Notopuro Sidoarjo sejak Selasa (1/9/2026) malam hingga dini hari. Dalam inspeksi lapangan tersebut, Emil mengonsolidasikan langkah penanganan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, pengurus pondok pesantren, manajemen rumah sakit, serta memeriksa kondisi fisik korban secara langsung.

“Tolong juga tadi ada kabar mohon maaf meninggal itu tidak betul, tidak betul,” tegas Emil saat meluruskan kesimpangsiuran informasi yang beredar di masyarakat.

Apresiasi Kecepatan Medis Tangani Ratusan Pasien Tanpa Terbengkalai

Dalam kesempatan tersebut, Emil menyampaikan apresiasi mendalam kepada segenap jajaran garda depan penanggulangan kedaruratan, mulai dari manajemen RSUD Notopuro, Kepala Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo, hingga Bupati Sidoarjo yang bergerak tanggap merespons lonjakan pasien.

“Pertama, kami ingin mengapresiasi Rumah Sakit Notopuro, Ibu Kadinkes yang sudah bersama BPBD Sidoarjo, dan Pemkab Sidoarjo tentunya Pak Bupati yang sudah melakukan penanganan secara sigap. Sehingga jumlah yang ratusan datang ke rumah sakit ini kemudian dalam waktu yang sangat pendek, ya, itu semua bisa ditangani. Enggak ada yang mohon maaf, terbengkalai pasien,” papar Emil.

Baca Juga  Uji Lab Keracunan 532 Pelajar di Sidoarjo: Positif Bakteri Salmonella dan Staphylococcus

Langkah Cepat Rehidrasi dan Bantuan Velbed Darurat BPBD

Menghadapi kedatangan ratusan pasien dalam rentang waktu yang berdekatan, kapasitas tempat tidur rumah sakit sempat disokong oleh sarana tambahan berupa tempat tidur lipat (velbed) milik BPBD Sidoarjo. Kendati ruang rawat dipadati sarana darurat, Emil menegaskan seluruh logistik medis krusial seperti cairan infus dan sediaan obat-obatan tercukupi dengan baik.

“Memang tadi ada yang menggunakan velbed dari BPBD, tetapi infusnya memadai. Karena langkah pertama yang diambil oleh pihak rumah sakit adalah rehidrasi. Jadi rehidrasi ini penting kemudian memberikan obat,” jelas Ketua Satgas MBG Jatim tersebut.

Sinergi Ulama dan Umara Percepat Rujukan Santri

Selain kinerja tim medis dan pemerintah daerah, Emil turut menaruh rasa hormat kepada pimpinan pondok pesantren, khususnya para kiai, yang secara kooperatif mengoordinasikan evakuasi medis para santri saat gejala keracunan mulai merebak di lingkungan asrama.

“Yang kedua kepada Kiai saya juga mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya yang sangat baik berkoordinasi sehingga santri-santri bisa dirujuk dengan lancar ke masing-masing rumah sakit rujukan,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *