Edu-Life & Sport

Sineas 24 Negara Adu Karya di DCF 2026 Surabaya

Penulis: Alif Bintang Timur Editor: Ayunda
×

Sineas 24 Negara Adu Karya di DCF 2026 Surabaya

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Produksi Film dan Televisi (PFTV), Fakultas Desain dan Industri Kreatif (FDIK) Undika.
Example 468x60

Surabaya, Jatimamandiri.id – Surabaya bersiap menjadi titik temu sineas dari berbagai penjuru dunia. Dynamic Cinema Festival (DCF) 2026 mencatat 317 karya film dari 24 negara, sekaligus menunjukkan semakin luasnya daya tarik festival film yang digelar Universitas Dinamika (Undika).

Jumlah tersebut merupakan karya yang masuk hingga penutupan pendaftaran pada 25 Agustus. Selain Indonesia, film peserta datang dari Italia, Prancis, Spanyol, India, Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, China, Bangladesh, Amerika Serikat, Turki, Iran, Brasil, Meksiko, Argentina, Portugal, Kroasia, Kirgistan, Sri Lanka, Angola hingga Burkina Faso di Afrika Barat.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Festival yang digelar Program Studi Sarjana Terapan Produksi Film dan Televisi (PFTV), Fakultas Desain dan Industri Kreatif (FDIK) Undika itu mengusung tema Reflexion. Tema tersebut menjadi ruang bagi sineas untuk menuangkan refleksi dan ekspresi melalui karya audiovisual.

“Alhamdulillah, implementasi tema ini benar-benar sesuai harapan karena refleksi masyarakat internasional benar-benar diekspresikan dalam ruang DCF,” ujar Festival Director DCF, Ilham Satria, Jumat (28/8).

Menurut Ilham, jumlah karya yang masuk memperlihatkan kebutuhan sineas terhadap ruang untuk menyampaikan gagasan sekaligus menunjukkan eksistensi melalui film.

“Animo masyarakat sebanyak 317 karya dari 24 negara adalah bukti bahwa para sineas butuh ruang yang tepat untuk mengekspresikan karya-karyanya. DCF adalah salah satu dari ruang itu,” katanya.

Dari ratusan karya tersebut, peserta yang lolos official selection akan diumumkan pada 10 September. Sementara malam puncak DCF dijadwalkan berlangsung pada 23 Oktober 2026 di BG Junction Surabaya.

Tahun ini panitia membuka empat kategori penghargaan, yakni Best Short Film, Best Cinematography, Best Artistic, dan Best Student Short Film. Para pemenang akan memperoleh piala, sertifikat, serta hadiah uang tunai.

Baca Juga  Bukan Sekadar Kompetisi, LBB SD/MI Kota Kediri Jadi Wadah Asah Jiwa Kepemimpinan

Khusus kategori Best Student Short Film, DCF memberikan penghargaan berupa bebas biaya pendidikan selama empat tahun di Program Studi Film dan Televisi Universitas Dinamika.

“Untuk kategori Best Student Short Film, akan ada tambahan bebas biaya pendidikan selama empat tahun di Program Studi Film dan Televisi Universitas Dinamika,” ujar Ilham.

Peserta Melonjak

Pertumbuhan DCF terlihat jika dibandingkan penyelenggaraan perdana pada 2022. Saat itu, festival hanya diikuti 119 karya. Memasuki tahun keempat, jumlahnya meningkat menjadi 317 karya yang berasal dari 24 negara.

Dekan FDIK Universitas Dinamika sekaligus founder DCF, Muhammad Bahruddin, menilai peningkatan tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan festival.

“Lompatan ini bukan hanya pada jumlah karya, tetapi juga pada keberagaman negara peserta,” ujarnya.

Bahruddin yang juga pengurus pusat Asosiasi Pengkaji Film Indonesia (Kafein) dan terlibat dalam penjurian Festival Film Indonesia (FFI) sejak 2021 berharap DCF berkembang melampaui fungsi sebagai kompetisi.

Menurutnya, festival film perlu menjadi ruang pertemuan karya, gagasan, dan pelaku industri sehingga dapat memberi kontribusi terhadap perkembangan perfilman nasional.

“DCF tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya karya film, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem perfilman Indonesia,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *