JatimPendidikan

TPPO Masif, Imigrasi dan Kejari Blitar Edukasi Pelajar SMA

×

TPPO Masif, Imigrasi dan Kejari Blitar Edukasi Pelajar SMA

Sebarkan artikel ini
Petugas Imigrasi Kelas II Non-TPI Blitar memaparkan modus eksploitasi maupun perekrutan ilegal kepada pelajar.
Example 468x60

Blitar, Jatimmandiri.id – Langkah proaktif digencarkan untuk membendung maraknya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Blitar bergandengan tangan dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar menggelar program Immigration Goes to School di SMAN 4 Kota Blitar, Kamis (27/8/2026).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Inisiatif ini dirancang guna membekali generasi muda dengan literasi hukum dan keimigrasian agar terhindar dari berbagai modus eksploitasi maupun perekrutan ilegal.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Blitar, Aditya Nursanto, menegaskan pentingnya penanaman pemahaman keimigrasian sejak di bangku sekolah.

Edukasi ini berfokus pada prosedur perjalanan luar negeri yang aman serta pencegahan eksploitasi terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada para pelajar bahwa keimigrasian bukan hanya tentang paspor, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan informasi yang benar, aman, dan terlindungi ketika akan melakukan perjalanan ke luar negeri,” ujar Aditya.

Aditya mengimbau para pelajar agar selalu kritis terhadap penawaran kerja di luar negeri, terutama yang mengiming-imingi gaji besar melalui jalur nonprosedural.

Menurutnya, skema perekrutan tidak resmi kerap menjadi pintu masuk utama tindakan eksploitasi yang merugikan calon migran.

“Kami berharap para siswa bisa menjadi generasi yang lebih sadar hukum, tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan ilegal serta mampu mengenali berbagai modus yang mengarah pada eksploitasi maupun tindak pidana perdagangan orang,” tegasnya.

Sinergi bersama Kejari Blitar semakin memperkuat aspek kesadaran hukum dalam materi yang disampaikan, khususnya mengenai penanganan kejahatan lintas negara.

Tak sekadar memberikan literasi hukum, kegiatan ini juga menjadi ajang pengenalan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) sebagai pilihan pendidikan kedinasan bagi para siswa yang berminat meniti karir di sektor keimigrasian dan pemasyarakatan.

Baca Juga  Pasar Murah Pemprov Jatim Tembus Titik Ke-92 di Pasuruan dan Sidoarjo, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Pangan Stabil

Kemeriahan acara ditutup dengan penyerahan bantuan perlengkapan sekolah berupa tas secara simbolis kepada para pelajar.

Ke depan, Aditya berharap program Immigration Goes to School dapat bergulir secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Blitar.

“Sehingga terbentuk generasi muda yang cerdas, kritis, serta tangguh dalam melindungi diri dari potensi ancaman kejahatan transnasional,” tuntasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *