Jerman, Jatimmandiri.id-Bayern Munich sukses menutup musim 2025/2026 dengan gelar juara DFB Pokal usai membantai Stuttgart 3-0 pada partai final di Olympiastadion Berlin.
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri puasa gelar Piala Jerman selama enam tahun dan menjadi trofi ke-21 Bayern di ajang tersebut.
Penyerang andalan Bayern, Harry Kane, tampil luar biasa dengan mencetak hattrick sekaligus membawa total golnya musim ini menjadi 61 gol di semua kompetisi.
Catatan tersebut semakin menegaskan status Kane sebagai salah satu striker paling tajam di Eropa saat ini.
Tim asuhan Vincent Kompany sempat mendapat perlawanan sengit dari Stuttgart pada babak pertama.
Bahkan, Maximilian Mittelstädt hampir membawa Stuttgart unggul jika saja kiper muda Bayern, Jonas Urbig, tidak melakukan penyelamatan gemilang menggantikan posisi Manuel Neuer yang cedera.
Namun Bayern tampil lebih efektif selepas jeda. Harry Kane membuka keunggulan pada menit ke-55 dan membuat permainan Bayern semakin dominan.
Sepuluh menit menjelang laga usai, Kane sempat membentur mistar gawang lewat tendangan kerasnya.
Tak lama berselang, kapten Timnas Inggris itu kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan satu-dua dari Luis Díaz.
Kane kemudian melengkapi hattrick lewat titik penalti setelah Angelo Stiller melakukan handball saat mencoba menghalau umpan Michael Olise.
“Musim yang berat, tetapi kami menunjukkan kerja keras luar biasa. Kami ingin menutup musim dengan penampilan terbaik dan kemenangan 3-0 ini menjadi bukti kualitas tim,” ujar Kane usai pertandingan.
Ia juga mengaku bahagia bisa merasakan trofi DFB Pokal pertamanya bersama Bayern Munich.
“Saya sangat senang untuk para fans. Sudah terlalu lama klub ini tidak mengangkat trofi ini. Ini pengalaman pertama saya di Berlin dan cara yang luar biasa untuk memulainya,” tambahnya.
Hattrick tersebut membuat Kane mengoleksi 10 gol di ajang DFB Pokal musim ini.
Jumlah itu menjadi yang terbanyak dalam satu musim kompetisi sejak Dieter Müller mencetak 14 gol dan Gerd Müller mengemas 11 gol pada musim 1976/1977.
Hebatnya lagi, Kane menutup musim dengan dua hattrick beruntun setelah sebelumnya juga mencetak tiga gol saat Bayern mengalahkan FC Cologne di laga terakhir Bundesliga pekan lalu.
Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, memuji kontribusi Kane yang dinilai tidak hanya hebat di lapangan, tetapi juga memiliki pengaruh besar di ruang ganti.
“Dia luar biasa. Bukan hanya kualitasnya, tetapi juga kepribadiannya di dalam tim. Sulit dipercaya ada pemain yang sudah mencetak begitu banyak gol tetapi tetap rendah hati,” kata Kompany.
Selepas pertandingan, para pemain Bayern langsung berlari ke tribun timur Olympiastadion untuk merayakan gelar bersama pendukung mereka.
Laga final ini juga diwarnai aksi protes suporter Bayern dan Stuttgart terhadap rencana peningkatan sistem keamanan oleh Federasi Sepak Bola Jerman (DFB).
Kedua kelompok suporter membentangkan spanduk protes dan menyalakan flare yang membuat stadion sempat dipenuhi asap tebal.
Meski Stuttgart tampil cukup agresif pada babak pertama, Bayern menunjukkan kualitas sebagai tim elite Eropa dengan permainan efektif di paruh kedua.
Gelandang Bayern, Joshua Kimmich, mengakui timnya tampil jauh lebih tajam setelah turun minum.
“Babak kedua jauh lebih baik. Kami bermain lebih efektif dan pantas memenangkan pertandingan,” ujar Kimmich.












