Jember, Jatimmandiri.id — Kirab Pawai Budaya Ancak Agung di Kabupaten Jember, Sabtu (22/8/2026), tak hanya meriah dari sisi budaya, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat.
Kegiatan yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan RI itu turut menjadi berkah bagi pelaku usaha kecil dan petani di Kecamatan Pakusari.
Salah satunya dirasakan Salihatul Hasanah (53), petani sayur asal Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari. Ia mengaku permintaan sayuran meningkat seiring banyaknya masyarakat yang membutuhkan bahan pangan untuk persiapan kegiatan Ancak Agung.
Sehari-hari, Salihatul membudidayakan terong yang mulai dipanen sekitar 45 hari setelah tanam. Setelah panen pertama, tanaman tersebut masih dapat dipanen kembali setiap tiga hari.
Hasil panen biasanya dijual kepada pelanggan yang datang langsung ke rumah. Jika jumlahnya melimpah, pengepul turut mengambil hasil panen untuk kemudian dikirim ke kawasan Pasar Tanjung.
“Alhamdulillah dengan adanya festival Ancak Agung ini sangat membantu kami sebagai pedagang sayur. Pasaran sayur jadi lebih banyak, terutama untuk kebutuhan masyarakat yang mengikuti atau mempersiapkan acara,” kata Salihatul.
Menurutnya, peningkatan permintaan paling terasa dari pembeli yang langsung mengambil sayuran ke rumah. Kondisi tersebut membuat proses penjualan menjadi lebih praktis karena ia tidak perlu membawa seluruh hasil panen ke pasar.
“Yang paling terasa banyak pesanan yang langsung diambil ke rumah. Jadi kami tidak perlu membawa semua dagangan ke pasar. Selain lebih praktis, dagangan juga lebih cepat terjual,” ujarnya.
Salihatul menilai kegiatan budaya berskala besar seperti Ancak Agung tidak hanya menjadi ruang pelestarian tradisi, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Meningkatnya kebutuhan selama kegiatan membuat hasil panen petani lebih mudah terserap.
“Kami tentu sangat bersyukur dengan adanya kegiatan seperti Festival Ancak Agung ini karena tidak hanya memberikan acara, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pedagang kecil seperti kami,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan budaya dan keagamaan di Jember turut memberikan efek berganda bagi masyarakat. Selain memperkuat nilai tradisi dan kebersamaan, tingginya aktivitas warga selama Ancak Agung juga membuka peluang ekonomi bagi petani serta pelaku usaha kecil di berbagai wilayah.












