Edu-Life & Sport

Inovasi Profesor ITS Hemat Listrik hingga 25 Persen

×

Inovasi Profesor ITS Hemat Listrik hingga 25 Persen

Sebarkan artikel ini
Panel Surya Hybrid yang dapat menghemat listrik. Foto : dok.ITS
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Ketika pasokan energi harus semakin efisien dan akses listrik belum merata, inovasi pembangkit hybrid menjadi salah satu solusi yang ditawarkan akademisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Prof. Dr. Ir. Imam Abadi, ST, MT, IPM mengembangkan sistem pembangkit yang menggabungkan energi matahari dan angin untuk menghasilkan listrik secara lebih optimal.

Guru Besar Departemen Teknik Fisika ITS tersebut mengembangkan teknologi bernama PV-Wind Turbin. Sistem ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), sekaligus membuka peluang pemanfaatan energi terbarukan di kawasan yang masih memiliki keterbatasan akses listrik.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Indonesia dinilai memiliki modal alam yang kuat untuk pengembangan sistem tersebut. Paparan sinar matahari dan potensi angin yang tersedia sepanjang tahun menjadi sumber energi yang dapat dikombinasikan agar saling melengkapi.

“Indonesia kaya akan ladang angin dan sinar matahari yang konsisten sepanjang tahun, sehingga kombinasi kedua potensi alami inilah yang kami pilih sebagai penyokong utama sistem energi terbarukan ini,” kata Prof Imam, Selasa (11/8/2026).

Konsep pembangkit ini mengatur pembagian kerja antara panel surya dan turbin angin. Panel surya menyerap energi matahari pada siang hari, sedangkan turbin angin mengambil peran ketika kondisi memungkinkan, termasuk pada malam hari.

Turbin yang digunakan berjenis helix Savonius dengan bentuk spiral. Karakteristik tersebut membuat turbin tetap mampu berputar meski hanya mendapatkan hembusan angin relatif pelan.

Keunggulan lain terdapat pada sistem solar tracker yang memungkinkan panel surya bergerak secara otomatis mengikuti posisi matahari. Dengan mekanisme tersebut, panel tidak berada pada posisi tetap, tetapi terus menyesuaikan arah agar penyerapan energi matahari dapat berlangsung lebih maksimal.

Teknologi tersebut juga dirancang untuk menghadapi perubahan cuaca. Sistem dapat mendeteksi kondisi lingkungan dan mengubah metode pengendalian ketika intensitas cahaya matahari menurun akibat awan.

Baca Juga  Khofifah Dorong KONI Jatim Perkuat Pembinaan Atlet Usia Dini Jelang PON 2028

“Ketika langit mendadak mendung atau tertutup awan tebal, alat ini akan langsung mengalihkan mode deteksinya menggunakan jalur perhitungan astronomi,” ujar Guru Besar ke-257 ITS tersebut.

Perubahan mode kendali dilakukan secara otomatis dengan dukungan kecerdasan buatan. Saat sensor mengalami keterbatasan dalam membaca posisi matahari karena kondisi mendung, sistem menggunakan soft sensor berbasis perhitungan astronomi untuk memperkirakan trajektori matahari.

“Ketika kondisi mendung, kendali cerdas akan secara otomatis mengalihkan sistem ke soft sensor berbasis perhitungan astronomi agar panel surya tetap bergerak pada posisi ideal,” jelasnya.

Hasil pengujian di lapangan menunjukkan sistem tersebut mampu meningkatkan efisiensi listrik hingga 25,12 persen dibandingkan penggunaan panel surya konvensional.

“Melalui serangkaian pengujian di lapangan, sistem cerdas ini membuktikan ketangguhannya dengan mendongkrak efisiensi listrik hingga 25,12 persen dibandingkan panel surya konvensional,” tambah Prof Imam.

Ke depan, mantan Direktur Kemahasiswaan ITS itu berharap teknologi PV-Wind Turbin tidak berhenti sebagai inovasi pembangkit. Ia ingin sistem tersebut dikembangkan menjadi stasiun pengisian daya mandiri yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.

“Bagi seorang peneliti, kebahagiaan tertinggi adalah ketika melihat hasil karya teknologi yang dikembangkan dapat dirasakan manfaatnya seluas-luasnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan peluang pemanfaatan kombinasi energi surya dan angin untuk membangun sistem kelistrikan yang lebih mandiri, terutama di wilayah yang membutuhkan sumber energi alternatif dan efisien.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *