HeadlineKota Besar

Aroma Busuk TPS Kaliwaron Lumpuhkan Belajar di SMKN 5 Surabaya, Guru dan Siswa Desak Relokasi

×

Aroma Busuk TPS Kaliwaron Lumpuhkan Belajar di SMKN 5 Surabaya, Guru dan Siswa Desak Relokasi

Sebarkan artikel ini
TPS kaliwaron
TPS Kaliwaron tepat di depan pintu gerbang sisi utara SMKN 5 Surabaya.
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Polusi bau busuk menyengat dan kemacetan armada TPS Kaliwaron lumpuhkan kenyamanan KBM siswa di SMKN 5 Surabaya.
  • Aroma sampah menyebar ke ruang kelas lantai atas hingga kantin, memaksa sebagian siswa berpindah ruangan saat pelajaran.
  • Guru dan pengurus OSIS surati Kecamatan Gubeng mendesak realisasi konkret pemindahan dan penutupan permanen TPS.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Dampak buruk keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Jalan Kaliwaron Nomor 76A, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, kian meresahkan instansi pendidikan di sekitarnya.

Fasilitas penampungan sampah yang berdiri berdekatan langsung dengan kompleks SMKN 5 Surabaya tersebut kini menuai gelombang keluhan serius akibat polusi bau busuk menyengat.

Selain itu, kemacetan lalu lintas dari aktivitas armada pengangkut sampah turut mengganggu kelancaran Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Kondisi ini dinilai telah melumpuhkan kenyamanan lingkungan sekolah dan mengancam kesehatan para siswa maupun tenaga pendidik yang beraktivitas sehari-hari di kawasan tersebut.

Perwakilan guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) SMKN 5 Surabaya, Muhajirin, mengungkapkan bahwa kepungan aroma tidak sedap dari TPS Kaliwaron dirasakan hampir setiap hari dengan intensitas yang kian memburuk saat siang hari.

“Bau sampah sangat mengganggu, terutama jika angin bertiup dari arah TPS. Aroma menyengat ini paling terasa setelah jam 10 pagi, bahkan kondisinya makin parah setelah disemprot. Siswa di kelas-kelas lantai atas yang dekat sumber bau sangat tidak nyaman karena kondisi ruang yang panas ditambah bau busuk,” tegas Muhajirin, Kamis (20/8/2026).

Muhajirin menjelaskan bahwa pihak sekolah tidak tinggal diam. Langkah koordinasi formal telah ditempuh, termasuk dengan melayangkan surat resmi ke kantor Kecamatan Gubeng guna meminta intervensi nyata.

Baca Juga  Menaker Tutup Program Magang Nasional Batch 2, Jadi Bekal Generasi Muda Masuk Dunia Kerja

Pihak sekolah berharap penuh ada langkah konkret dari pembina wilayah Kecamatan Gubeng dan dinas berwenang untuk merealisasikan kesepakatan rapat yang pernah dibahas demi menyelesaikan polemik sampah tersebut secara permanen.

Dampak buruk operasional TPS Kaliwaron turut dirasakan langsung oleh para pelajar.

Wakil Ketua OSIS SMKN 5 Surabaya, Muhammad Rehan, menuturkan bahwa polusi udara kerap merangsek masuk ke ruang-ruang kelas teori.

Yang posisinya berdekatan dengan area parkir sekolah, bahkan sempat memicu proses belajar harus dipindahkan ke ruangan lain.

“Bau tidak sedap sering masuk ke ruang kelas saat pelajaran sampai ada siswa yang harus pindah kelas. Selain itu, lalu lalang truk dan gerobak sampah sering membuat jalanan macet, sehingga suasana berangkat sekolah jadi tidak nyaman,” jelas Rehan.

Hal senada disampaikan oleh anggota Sekbid OSIS SMKN 5 Surabaya, Abdiel Putra Iswara. Ia menyoroti bagaimana jangkauan bau busuk TPS kini telah mengepung ruang-ruang publik di lingkungan sekolah, termasuk area kantin.

“Bau TPS sudah tercium sejak siswa baru datang. Saat makan di kantin belakang rasanya sangat terganggu. Apalagi kalau truk pengangkut sampah sedang lewat, aromanya langsung menyebar ke seluruh area sekolah,” ungkap Abdiel.

Melihat kondisi belajar yang kian tidak kondusif, seluruh elemen SMKN 5 Surabaya, mulai dari jajaran dewan guru, staf pengajar, hingga para siswa, mendesak pihak berwenang untuk segera memindahkan lokasi TPS Kaliwaron ke area yang representatif, jauh dari permukiman warga padat serta zona lingkungan pendidikan.

Relokasi TPS dinilai menjadi satu-satunya solusi mutlak guna mengembalikan hak para siswa dalam memperoleh lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan bebas dari polusi udara.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kekeringan Melanda 22 Daerah di Jatim Surabaya, Jatim Mandiri Kekeringan melanda 22 kabupaten/kota di Jatim dan berdampak pada sekitar 24.136…