Blitar, Jatimmandiri.id – Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menegaskan bahwa pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik harus mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Selain menjadi pemimpin di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), para pejabat juga dituntut berani mengambil risiko dalam menjalankan tugas.
Hal tersebut disampaikan Syauqul Muhibbin dalam sambutannya pada pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkab) Blitar, Selasa (18/8/2026).
Syauqul mengatakan, pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama telah melalui proses seleksi secara terbuka dan kompetitif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Jadi tidak ada paksaan, tidak ada dorongan, tidak ada tuntutan Bapak-Ibu semua mengikuti seleksi,” tegas Syauqul.
Menurutnya, seluruh tahapan seleksi telah dilaksanakan, mulai dari seleksi administrasi, penelusuran rekam jejak, uji kompetensi, penulisan makalah hingga wawancara oleh panitia seleksi.
Khusus pengisian jabatan Sekretaris Daerah, proses seleksi juga dilakukan melalui konsultasi dengan pimpinan DPRD Kota Blitar sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam pelantikan tersebut, sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama diisi, di antaranya Sekretaris DPRD Kota Blitar, Kepala BKPSDM Kota Blitar, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Lalu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar.
Syauqul menekankan, menjadi pejabat pemerintah bukanlah pekerjaan ringan. Setiap jabatan memiliki tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
“Kerja-kerja pemerintah hari ini adalah kerja yang sangat berat. Pertama karena memikul jabatan. Tanggung jawab memikul jabatan itu sangat berat,” ujarnya.
Ia meminta para pejabat yang baru dilantik mampu menjadi pemimpin sekaligus teladan bagi seluruh jajaran di OPD masing-masing. Mereka juga dituntut menunjukkan kinerja dan capaian yang nyata.
Menurut Syauqul, seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan dan risiko ketika menghadapi berbagai persoalan.
“Dia harus bisa betul-betul memimpin di setiap OPD-nya. Dia harus bisa menjadi contoh di setiap OPD-nya. Dia harus bisa memberikan cetak-cetak kinerja di masing-masing OPD-nya,” katanya.
Syauqul juga menyoroti masih adanya pejabat yang cenderung takut mengambil risiko dalam menjalankan tugas.
Padahal, menurutnya, keberanian mengambil keputusan merupakan bagian penting dari kepemimpinan.
“Dia harus menjadi pemimpin yang harus mengambil risiko pertama kali di setiap OPD-nya,” tegasnya.
Karena itu, Syauqul meminta para pejabat yang telah mengikuti proses seleksi dan memilih untuk menduduki jabatan tersebut agar siap menjalankan seluruh tanggung jawab yang melekat.
Namun demikian, ia menyebut pejabat yang merasa keberatan atau tidak mampu menjalankan tanggung jawab jabatannya memiliki pilihan untuk mengundurkan diri.
“Jika Anda dulu menjadi pejabat mendaftar, maka kalau Anda dalam kompetensi Anda, dalam tanggung jawab Anda, merasa keberatan dan tidak mampu, juga diperbolehkan untuk mengundurkan diri dari jabatan,” pungkasnya.












