Mojokerto, Jatimmandiri.id – Pimpinan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya meninjau pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Dalam kunjungan tersebut, Rektor Unitomo Prof. Siti Marwiyah bersama Kepala Desa Bejijong Pradana Tera Mardiatna meresmikan penamaan Jalan Unitomo di RT 02/RW 02 Dusun Bejijong.
Peresmian jalan menjadi penanda hubungan historis Unitomo dengan Desa Bejijong. Sebelumnya, mahasiswa Unitomo pernah melaksanakan KKN di lokasi tersebut pada 1994.
Prof. Siti Marwiyah datang bersama Wakil Rektor I Amirul Mustofa, Wakil Rektor II Sucipto, serta jajaran pimpinan dan staf Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Kunjungan dilakukan untuk melihat langsung pelaksanaan empat program strategis KKN yang melibatkan 154 mahasiswa di 14 RT di Dusun Kedung Wulan dan Dusun Bejijong.
“Melalui pelaksanaan KKN ini, mahasiswa hadir untuk memberikan solusi konkret atas tantangan yang dihadapi masyarakat Desa Bejijong. Kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi dan pemerintah desa menjadi kunci utama dalam mendorong Desa Bejijong agar semakin berdaya saing global,” ujar Prof. Siti.
Kepala Desa Bejijong Pradana Tera Mardiatna mengapresiasi kehadiran mahasiswa Unitomo. Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unitomo itu menyebut, kedatangan ratusan mahasiswa untuk pengabdian masyarakat menjadi pengalaman baru bagi desanya.
“Program digitalisasi produk UMKM lewat e-katalog, pendampingan legalitas HKI, hingga edukasi pengolahan sampah bernilai ekonomis ini sangat relevan untuk menunjang daya saing Bejijong sebagai desa wisata sejarah dan budaya di kawasan Trowulan,” ungkap Pradana.
Sementara itu, mahasiswa KKN Unitomo Ahmad Fathur Rosiki dari Program Studi Ilmu Hukum mengaku mendapat pengalaman berharga selama berinteraksi dengan masyarakat. Menurutnya, sejumlah program yang dijalankan mendapat respons positif dari warga.
“Pengalaman terjun langsung ke lapangan dan mendampingi warga dalam mengolah potensi desa memberi kami pelajaran yang luar biasa. Kami sangat termotivasi karena program yang kami rancang, seperti pembuatan e-katalog UMKM hingga kerajinan eco-tourism dari sampah plastik, mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan KKN tersebut diharapkan memperkuat pembangunan Desa Bejijong berbasis potensi lokal. Program yang dijalankan juga diarahkan untuk mendukung tata kelola BUMDes, kepastian legalitas produk UMKM, pengelolaan lingkungan, serta pengembangan pariwisata sejarah dan budaya.












