Jatim

Bassra Bantah Tolak Rencana Industrialisasi di Bangkalan

×

Bassra Bantah Tolak Rencana Industrialisasi di Bangkalan

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Jenderal Bassra KH Syafik Rofi’i.
Example 468x60

Bangkalan, Jatimmandiri.id – Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (Bassra) secara tegas membantah isu yang menyebut lembaganya telah menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan industri di Kabupaten Bangkalan.

Informasi yang beredar luas di publik tersebut dipastikan tidak benar dan tidak merepresentasikan keputusan resmi organisasi.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sekretaris Jenderal Bassra, KH Syafik Rofi’i, meluruskan bahwa pembahasan mengenai arah pembangunan Bangkalan memang sempat mengemuka dalam rapat internal.

Namun, berbagai dinamika gagasan yang muncul dalam forum tersebut baru sebatas ruang diskusi awal, bukan sebuah konsensus kelembagaan.

“Belum ada sikap Bassra untuk menolak. Itu masih pemikiran yang muncul dalam pembahasan, bukan kesepakatan atau keputusan,” ujar Syafik, Selasa (18/8/2026).

Syafik menjelaskan, dalam pertemuan tersebut memang bergulir sejumlah wacana strategis mengenai masa depan Madura.

Salah satunya usulan agar prioritas pembangunan di tingkat provinsi menjadi perhatian utama terlebih dahulu.

Kendati demikian, ia menekankan agar publik dapat membedakan secara jernih antara pandangan personal dalam forum dengan sikap resmi organisasi.

“Kalau disebut Bassra sudah memutuskan atau menyepakati menolak rencana industri di Bangkalan, itu tidak benar,” tegasnya.

Ia menyayangkan adanya informasi prematur yang dipublikasikan seolah-olah menjadi keputusan final, padahal rapat tersebut sama sekali tidak dirancang sebagai peryataan resmi ke publik.

“Bassra tidak pernah memutuskan, menyepakati atau memberikan pernyataan untuk menolak rencana industrialisasi di Bangkalan,” katanya.

Lebih lanjut, Bassra menegaskan komitmennya untuk tetap terbuka terhadap rencana industrialisasi maupun rencana nota kesepahaman yang menyertainya.

Sebagai langkah krusial sebelum menentukan sikap akhir, Bassra berencana menggelar kajian lanjutan yang lebih komprehensif.

Proses ini akan melibatkan lintas elemen, mulai dari ulama, tokoh masyarakat, hingga akademisi dan kalangan intelektual.

“Masih akan kami bahas lagi dengan berbagai kalangan. Jadi belum ada keputusan Bassra,” ujarnya.

Baca Juga  Kapolda Jatim Buka Lomba Menembak Kapolda Jatim Cup 2026, Tekankan Profesionalisme Penggunaan Senjata Api

Sebagai tokoh ulama asal Bangkalan, Syafik menggarisbawahi bahwa industrialisasi merupakan isu strategis yang membutuhkan kehati-hatian tinggi.

Aspirasi publik harus menjadi pilar utama dalam pengambilan kebijakan.

Oleh karena itu, ia meminta semua pihak tidak melintir dinamika internal menjadi klaim keputusan organisasi.

Dengan klarifikasi ini, Bassra memastikan posisi resminya masih dinamis dan menunggu hasil pembahasan lanjutan bersama seluruh komponen masyarakat Madura.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Probolinggo, Jatim Mandiri Polisi Cilik (Pocil) binaan Satlantas Polres Probolinggo tampil kompak dalam upacara penurunan bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI…

Berita

Probolinggo – Jatim Mandiri Pemkot Probolinggo menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pasar Baru, Kota Probolinggo, Selasa (18/8), untuk menjaga…

Berita

Pasuruan – Jatim Mandiri Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo bersama istrinya tampil mengenakan pakaian adat Kalimantan Selatan saat upacara HUT ke-81…

Berita

Malang, Jatim Mandiri Pasangan lansia asal Desa Kedungrejo, Pakis, Kabupaten Malang, mengaku menjual tanah seharga Rp3 miliar, tetapi baru menerima…