Jatim

Doa, Pesan Kebangsaan, dan Kebersamaan Warnai Malam Tirakatan Karangdoro

Penulis: Sayid RidhoEditor: Alif Bintang
×

Doa, Pesan Kebangsaan, dan Kebersamaan Warnai Malam Tirakatan Karangdoro

Sebarkan artikel ini
warga RT 1-2/RW 3 Dusun Karangdoro berkumpul dalam suasana penuh keakraban.
Example 468x60

Kediri, Jatimmandiri.id – Di bawah langit malam Karangdoro, sekitar 100 warga RT 1-2/RW 3, Dusun Karangdoro, Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, berkumpul dalam suasana penuh keakraban, Minggu (16/8/2026).

Bukan sekadar duduk bersama, malam tirakatan menjadi ruang untuk menundukkan kepala, mengenang perjuangan para pahlawan, sekaligus merefleksikan makna kemerdekaan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Rangkaian kegiatan digelar sebagai bagian dari tradisi warga dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Doa bersama menjadi ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diwariskan para pejuang bangsa.

Salah satu warga, Yateno, yang akrab disapa Pakyat, mengatakan malam tirakatan tersebut menjadi kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Tradisi ini bukan hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menjadi kesempatan bagi warga untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kembali semangat kebangsaan,” katanya,

Suasana semakin bermakna saat tokoh masyarakat Salamen menyampaikan pesan-pesan kebangsaan.

Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan amanah yang harus dijaga dan diisi bersama.

Sementara itu, semangat kebangsaan, menurut Salamen, dapat diwujudkan dari hal-hal sederhana di lingkungan sekitar.

“Menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan musyawarah dan gotong royong merupakan bentuk nyata menjaga persatuan Indonesia,” bebernya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa merawat Indonesia tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.

Menjaga hubungan baik dengan tetangga, peduli terhadap sesama, dan hadir ketika masyarakat membutuhkan juga merupakan bagian dari mengisi kemerdekaan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan hidangan prasmanan dan makan bersama.

Berbagai sajian yang tersusun di atas meja menjadi simbol sederhana dari kebersamaan, disiapkan dengan gotong royong dan dinikmati bersama tanpa sekat.

Makan bersama sekaligus menjadi ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan, kebersamaan, dan persaudaraan yang terus terjaga di tengah masyarakat.

Baca Juga  Tembus Pasar Jepang: Kementrans Siapkan Mangga Unggulan Jawa Timur Jadi Komoditas Ekspor Baru

Dari sebuah lingkungan kecil di Karangdoro, pesan kemerdekaan kembali diteguhkan: persatuan harus dirawat, kerukunan harus dijaga, dan semangat gotong royong harus terus hidup.

Sebab, kemerdekaan akan selalu memiliki makna ketika diisi dengan kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jatim

Lumajang, Jatimmandiri.id – Pendidikan vokasi semakin menjadi pilihan masyarakat. SMKN 1 Lumajang mencatat sekitar 1.200 calon siswa mendaftar pada penerimaan…

Jatim

Medan, Jatimmandiri.id- Pengembangan Museum Mpu Tantular di Sidoarjo diarahkan tidak sekadar memperkaya koleksi, tetapi juga membuka peluang baru bagi ekonomi…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Puluhan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) masih bertahan di Jalan Jagir Wonokromo,…