Mojokerto, Jatimmandiri.id – Kepanikan luar biasa melanda kawasan Dusun/Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis (13/8/2026) malam.
Ledakan keras yang disusul kobaran api besar meluluhlantakkan fasilitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojokerto Puri Medali sekitar pukul 21.00 WIB.
Insiden berdarah yang diduga kuat dipicu oleh kebocoran gas elpiji ini merusakkan bangunan dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga beberapa bagian atapnya runtuh.
Tak hanya itu, peristiwa ini juga memakan lima korban luka, dengan tiga di antaranya menderita luka bakar teramat serius.
Suasana di area SPPG yang berada di bawah naungan Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group milik Erista Widya Kristanti (38) tersebut mulanya berjalan seperti biasa.
Namun, situasi mendadak mencekam ketika desis kebocoran gas terdeteksi di area dapur.
Bagianto (62), komandan satpam yang malam itu berada di dalam kantor SPPG, menjadi salah satu saksi kunci detik-detik mencekam sebelum ledakan terjadi.
“Sebelum ledakan, suara gas bocor dulu, lalu meledak. Meledaknya satu kali, seperti barang jatuh,” ungkap Bagianto mengingat momen mengerikan tersebut, Jumat (14/8/2026).
Ia menambahkan, saat itu tengah ada tiga teknisi elpiji yang sedang bergelut melakukan perbaikan di depan ruang pemorsian.
Total terdapat 13 orang di dalam area SPPG, 9 di antaranya adalah relawan bagian persiapan.
Sesaat setelah dentuman menggema, seluruh aliran listrik mati seketika dan api langsung berkobar cepat, memicu jerit histeris para pekerja yang berusaha menyelamatkan diri.
“Setelah ledakan, gelap semua. Tahu-tahunya saya keluar sudah gelap, terjadi kebakaran. Para relawan langsung teriak histeris, lari berhamburan semua,” tutur Bagianto.
Kuatnya gelombang ledakan menghancurkan struktur atap di empat titik vital, yakni ruang pemorsian, ruang omprengan, kantor, hingga ruang rapat.
Runtuhan material bangunan bahkan merusak armada operasional yang sehari-hari digunakan untuk mendistribusikan makanan MBG.
“Yang terbakar yaitu bagian atasnya ruang pemorsian dan ruang omprengan,” terang Bagianto.
Dampak paling tragis dari insiden ini adalah jatuhnya lima korban luka. Tiga orang teknisi elpiji menjadi korban paling terdampak karena berada paling dekat dengan sumber ledakan.
“Yang terluka bakar 3 orang, teknisi pengisian gas. Kondisi 3 orang luka bakar 80%, yang paling parah Pak Edi yang punya gas sekalian teknisi, sekitar 90% luka bakarnya,” rinci Bagianto.
Tiga teknisi yang mengalami luka bakar parah tersebut diketahui bernama Edi Suyanto (55), warga Dusun Kalijaring, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis (luka bakar hingga 90%).
Lalu, Piter (36), warga Porong, Kabupaten Sidoarjo (luka bakar sekitar 63%). Juga Kwin Lan (48), warga Dusun Clangap, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis.
Sementara itu, dua korban lainnya merupakan relawan SPPG asal Dusun Medali, Kecamatan Puri, yaitu Maulin Nikmah (35) dan Robiatul Adawyah (33).
Menerima laporan darurat, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) segera menerjunkan sedikitnya dua unit armada gajah merah ke lokasi kejadian untuk menjinakkan si jago merah.
Petugas berjibaku menundukkan api hingga akhirnya situasi berhasil dikendalikan secara penuh sekitar pukul 22.30 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran kepolisian dan pihak berwenang masih melakukan penanganan lokasi serta penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti memicu timbulnya ledakan elpiji tersebut.












