Kediri, Jatimmandiri.id – Sungai yang semestinya menjadi ruang hidup bagi berbagai ekosistem justru berubah menjadi tempat menumpuknya sampah.
Kondisi tersebut mendorong 22 mahasiswa KKN Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kelompok 3 Desa Bulu untuk turun langsung melakukan aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan.
Aksi tersebut digelar di salah satu aliran sungai yang berada di Dusun Gapuk, Desa Bulu.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut setelah sebelumnya para mahasiswa menggelar Sosialisasi Eco Smart bertema Gerakan Cerdas Pengelolaan Sampah Menuju Desa Bersih dan Berkelanjutan.
Dimulai pukul 07.00 WIB, para mahasiswa bergotong royong membersihkan aliran sungai yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu lokasi pembuangan sampah liar.
Satu per satu tumpukan sampah diangkat dari sepanjang aliran sungai.
Sampah yang ditemukan didominasi limbah rumah tangga yang sulit terurai, mulai dari plastik, berbagai kemasan, bekas sabun, bantal, mantel, popok sekali pakai, hingga beragam jenis sampah lainnya.
Tumpukan tersebut tidak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kondisi ekosistem sungai.
Aliran yang sebelumnya memiliki air relatif jernih kini tampak keruh akibat pencemaran dan tumpukan sampah yang berada di sepanjang bantaran maupun aliran sungai.
Ayu Lestari, salah satu mahasiswa KKN UIT Lirboyo, mengatakan aksi bersih sungai tersebut menjadi pengalaman sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung persoalan sampah yang ada di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan tidak cukup hanya dengan melakukan pembersihan, tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama agar masyarakat tidak kembali membuang sampah sembarangan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap setelah sungai ini dibersihkan, masyarakat semakin sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Ayu, Kamis (13/8/2026).
Melalui aksi tersebut, mahasiswa KKN UIT Lirboyo Kelompok 3 berupaya mengurangi volume sampah sekaligus membantu mengembalikan kondisi sungai agar lebih bersih dan dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
Lebih dari sekadar kegiatan bersih-bersih, aksi ini juga diharapkan menjadi pemantik kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai.
Setelah dibersihkan, kondisi aliran sungai tampak jauh lebih tertata. Sampah yang sebelumnya menumpuk di sepanjang aliran berhasil diangkat sehingga lingkungan di sekitar sungai terlihat lebih bersih.
Namun, aksi tersebut tidak berhenti sampai di sini. Dalam satu pekan ke depan, mahasiswa KKN UIT Lirboyo Kelompok 3 akan terus melanjutkan kegiatan kebersihan di sejumlah titik di Desa Bulu yang membutuhkan perhatian.
Bagi para mahasiswa, membersihkan sungai bukan sekadar tentang mengangkat sampah.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengembalikan ruang hidup bagi ekosistem sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas segelintir orang.












